Kenapa Sih Cewek Gampang Banget Cemburu? Termasuk Sama Temannya Sendiri!

0
3
cemburu

Cewek tak bisa memungkiri kalau ia punya rasa cemburu yang lumayan lebih berapi-api. Kenapa Sih Cewek Gampang Banget Cemburu? Termasuk Sama Temannya Sendiri!

Rasa cemburu itu juga tak cuma ada untuk pasangan, tapi juga kepadasahabatnya sendiri. Kalau dipikir-pikir, untuk apa sih cemburu sama temannya sendiri? Bukankah dengan teman semuanya bisa dicapai bersama-sama?

Cemburu itu muncul karena si dia membanding-bandingkan dirinya sendiri dengan temannya, sehingga dia akan selalu terasa lebih sementara dia sendiri selalu kurang. Memang sih, tak semua punya penyakit hati semacam ini. Tapi di antara kamu pasti ada yang pernah merasakannya kan, pacar kamu cemburu sama sahabat karena dia memiliki pencapaian lebih dibanding temannya sendiri?

Nah, supaya semua clear, ketahui deh penyebab seseorang bisa cemburu sama yang dianggapnya teman.

1. Menganggap Pertemann Sebagai Saingan

Alih-alih partner, si dia menganggap temannya sebagai saingannya. Pertemanan yang dijalin tidak dibangun atas dasar ketulusan. Tapi malah dijadikan persaingan. Memang tidak apa-apa sih untuk saling mendukung dan mendorong temab untuk melakukan yang terbaik setiap saatnya. Tapi kalau malah ujung-ujungnya semua dijadikan persaingan, ikatan pertemanan bisa rusak kapan saja.

Ternyata Kepribadian Wanita Bisa Dilihat dari Acara Televisi Favorit yang Ditontonnya Lho!

2. Berprasangka Buruk

Si dia selalu saja berpikiran dan berprasangka buruk. Ketika melihat kesuksesan teman, dia malah merasa temannya telah mengalahkannya. Bukannya memberi ucapan selamat atau ikut bahagia, si dia malah larut dalam prasangka buruk. Dia terpuruk dalam pikiran-pikiran negatifnya sendiri. Bahkan dia mulai membuat skenario buruk untuk menghancurkan kesuksesan dan pencapaian temannya. Padahal bisa jadi kesuksesan yang didapat temannya saat ini itu hasil perjuangan dan jatuh bangun yang panjang.

3. Kurang Bersyukur

Si dia terlalu repot menghitung-hitung nikmat dan keberhasilan temannya. Sampai dia lupa kalau dirinya punya kehidupannya sendiri. Si dia makin jarang bersyukur dengan semua yang dipunya. Dia selalu saja mengutuk temannya sendiri sampai lupa untuk memperbaiki diri sendiri. Dia terlalu berlebihan menghabiskan waktu menghitung-hitung kesuksesan temannya. Dan bukan menjadikannya sebagai motivasi, si dia malah merasa temannya telah “mengkhianatinya”.

 

 

(Visited 761 times, 1 visits today)