Yuk, Belajar Arti Baper dari Cinta dan Rangga di #AADC2 !

0
1

Yang namanya hubungan cinta pasti ada kerikil-kerikilnya. Malah seringkali kerikil-kerikil tersebut yang bikin perjalanan cinta jadi gemesin. Nggak jarang pula kerikil-kerikil tersebut bikin hubungan cinta diakhiri alias putus.

Kerikil-kerikil tersebut adalah perbedaan. Maklum, dua kepala beda isi – beda pandangan, jadi lumrah kalau perbedaan kerap bikin hubungan cinta jadi panas dalam artian negatif alias berantem. Meski berantem itu perlu agar hubungan nggak monoton!

Lalu harus berantem terus?

 

 

Jika poin yang bikin berantem adalah poin yang itu-itu saja, berarti pemicunya sudah prinsipil alias nggak bisa ditawar lagi. Kalau sudah begitu, pasti pilihannya: hengkang dari hubungan alias putus atau tetap bina hubungan dengan saling menjaga agar nggak jatuh dalam lubang yang sama.

Kalau memang putus, itu sudah pasti karena sudah nggak ada yang bisa dikompromikan. Nggak bisa kompromi karena ego tapi kerap yang terjadi adalah ego sudah ditekan tapi yang egonya sudah ditekan malah nggak dihargai sama sekali dan malah makin ditekan oleh pasangan. Sang pemilik ego yang sudah ditekan pun memilih putus karena ya itu tadi: perubahan dirinya nggak dihargai sama sekali.

Baper di #AADC2

Persis Cinta yang bertemu Rangga lagi dalam #AADC2, Cinta pun baper setelah tahu alasan Rangga hilang dari hidupnya sekian tahun lamanya. Rangga pun baper lagi ke Cinta setelah tahu kalau Cinta tetap punya api cinta ke Rangga.

 

 

Nah, konteks baper ini hanya bisa direkonsiliasi jika sama-sama dalam posisi singel loh! Kalau salah satu sudah terikat hubungan resmi alias sudah pakai cincin nikah, ya nggak usah pakai baper-baper-an lah sama mantan.

So, ini lima sikap hadapi cinta masa lalu yang bisa diambil dari Rangga dan Cinta:

 

1

BUANG PRASANGKA BURUK

Pikiran negatif jelas jadi penghalang besar dalam hubungan cinta. Menurut situs Healthy.net, pikiran negatif ke pasangan adalah sikap penyiksaan psikologis yang buruk. “Nggak ada hubungan cinta yang bisa tumbuh dan bertahan dalam pikiran negatif,” ujar Dr. Harville Hendrix, penulis Getting the Love You Want. Berpikiran negatif terus ke pasangan bisa membunuh rasa cintanya dan akhirnya membunuh hubungan asmara itu sendiri!

 

2

HARGAI PASANGAN

Simpel saja: hubungan asmara nggak cuma ngomong seputar ‘aku cinta kamu’, ‘I love you’ dan sederet kalimat gombal kayak ‘Kamu sudah makan siang, belum?’ Cinta lebih dari itu. Mencintai seseorang berarti harus menghargai dirinya. Itu termasuk hal detail menyikapi jawaban-jawaban pendek si dia saat chatting dengan tidak ngomel berentetan karena itu (apapun alasannya!).

 

 

 

3

JANGAN PERCAYAI ANGAN-ANGAN

Angan-angan bicara sesuatu yang belum pasti. Biasanya si dia suka mengkhayal: ‘Duh, gimana ya si dia ke depannya?’, ‘Si dia bakal pinang aku nggak ya?’ Dan biasanya akan berujung ke angan-angan yang (lagi-lagi) negatif, seperti: ‘Ah, hubungan ini nggak ada ujungnya’ Padahal kita lagi nge-plan untuk menuju ke arah tersebut. Hanya saja si dia nggak mau yakin dan terima kalau segala sesuatunya butuh proses.

 

4

MANUSIA ITU BERUBAH

Manusia pasti berubah. Jika dulu Rangga cuek dan sinis dengan persahabatan Cinta dengan gengnya, itu bisa berubah dengan drastis. Jawabnya simpel: waktu. Sifat manusia bisa berubah jika dirinya mengalami suatu titik kulminasi hebat dalam hidupnya. Jadi, jangan men-cap seseorang nggak bisa berubah dan keras men-judge si dia adalah pribadi yang statis bak pengecut. Duh!

 

Stres maksimal kalau sampai urusin masalah yang itu-itu saja sama si dia. So, bagaimana kalau lihat cinta lewat sisi lain? Ketawain bareng ini, yuk!

 

 

 

5

JAGA OMONGAN

Cewek selalu punya seribu kata untuk satu hal, sedangkan cowok hanya punya beberapa kata untuk sebuah hal. Cewek cerdas akan tahu kapan mulutnya harus diam dan kapan mulutnya harus berkata-kata lagi. Cinta cukup bijak menyikapi apa yang terjadi pada diri Rangga tanpa harus berkata-kata banyak. Cinta membiarkan Rangga bicara dan Cinta mendengarkannya serta menyerapnya dan jadi mengerti.

Lima jurus di atas bisa diambil sebagai sikap rekonsiliasi atau berdamai dengan si mantan yang masih singel. Sok atuh berdamai jika masih sama-sama singel! Kalau sudah punya cincin di jemari, ya jangan …

(Visited 399 times, 1 visits today)