Dari Belut Sampai Seni Kaligrafi, Inilah 5 Budaya Seks Paling Aneh di Jepang!

0
16

Membicarakan hal yang berbau Seks di Jepang bukanlah hal yang tabu. Walaupun sama-sama menjunjung tinggi adat ketimuran, tetapi sangat berbanding terbalik dengan negara kita.

 

Bila bicara tetang negara yang satu ini sepertinya memang tak pernah ada bosannya, pasti ada saja sesuatu yang unik, apalagi kalau bahas budayanya. Jepang sendiri terkenal akan budaya dengan kehidupan seksualitas yang paling longgar dan bebas.

Ya, sederet fakta-fakta tentang Budaya Seks Paling Aneh Di Jepang ini akan membuktikannya!

1. Oshouji

Ternyata seni kaligrafi kanji Jepang yang merupakan seni yang penuh makna filosofis dan berkelas tinggi itu juga bisa digunakan sebagai penyalur hasrat seksual, lho? Dinamai Oshouji, adalah tradisi kuno di mana seseorang akan menuliskan kata-kata jorok dan berbau seksual atau bahkan merendahkan pasangan dalam sebuah kaligrafi yang indah dan artistik.

2. Nyotaimori

Nah, kalau yang satu ini tak kalah nyeleneh. Jadi di budaya ini ada acara memakan hidangan (biasanya berupa sushi atau sashimi) yang disajikan di atas tubuh telanjang wanita sebagai nampannya. Uniknya lagi, makannya pun tidak boleh menggunakan sumpit lho, melainkan wajib dengan bibir!

3 Seleb Hollywood Ini Ungkap Kehidupan Seks Sang Mantan yang Payah di Ranjang!

3. Tradisi unagi atau belut

Bagi pecinta makanan ini pasti langsung membayangkan kudapan dengan menu belut yang lezat, namun unagi di sini bermakna beda. Jangan kaget, karena sejak zaman yang mungkin setara dengan era Yunani kuno, para wanita Jepang biasa memasukkan belut hidup ke dalam organ kewanitaan mereka.

4. Onda Matsuri

Ini adalah festival kesuburan paling kuno di Jepang. Onda Matsuri atau secara harfiah diartikan sebagai Festival Sawah, memiliki ritual seks publik yang diadakan pada tanggal 3 Februari di Kuil Asuka-ni-imasu di Jepang barat.

Wah, 5 Negara Ini Memiliki Destinasi Wisata ‘Esek-Esek’ yang Mendunia!

5. Kanamara Matsuri

Kanamara Matsuri adalah sebuah festival Shinto kuno yang dilakukan untuk menghormati kesuburan, mencegah penyakit seksual menular, dan mengumpulkan uang untuk penelitian HIV. Kanamara Matsuri berarti “Big Iron Penis Lord” atau Dewa Penis Besi Raksasa.

 

Benar-benar budaya yang sangat menarik ya POPle? Nah, Mau artikel menarik lainnya? Download aja aplikasi POPULAR NOW yang tersedia di Google Playstore dan iOS Store atau bisa langsung unduh disini!

 

(Visited 2,258 times, 1 visits today)