Wah, Berdasarkan Penelitian Ternyata Tak Mampu ON Lantaran Hubungan Seksual Semata !

0
1

Melakukan sesi seks mandiri masuk keperingkat tinggi pada daftar perilaku seks perempuan, terutama berkaitan dengan fantasi. Ini pun diakui oleh wanita ini, dilansir dari cosmopolitan.com, wanita yang tak mau disebutkan identitasnya tersebut berpartisipasi dalam penelitian yang menggunakan MRI fungsional untuk membandingkan bagaimana berbagai daerah otak diaktifkan selama bergairah dan mengalami puncak kenikmatan.

Tepat setelah mendaftar, ia berbaring di atas ranjang rumah sakit dan terhubung ke elektroda. Namun, sebelum prosedur, saya menyadari bahwa fantasi yang terjadi mungkin akan berpengaruh pada komponen penting pada mesin dan ini bisa membuat sulit. Jadi para ilmuwan mengatakan jika setiap gerakan dari kepala bisa menyabotase penelitian.

Tak lama setelah tiba di laboratorium Rutgers University di New Jersey, ia diberi pakaian yang dilengkapi dengan topeng. Kemudian Nan Wise, PhD, terapis longtime sex dan Barry Komisaruk, PhD, profesor terkemuka dan pakar orgasme terkenal masuk memberi aba-aba.

Mereka meminta wanita ini berbaring lalu membaca serangkaian petunjuk teks, seperti, “bayangkan rangsangan terhadap puting Anda,” kemudian, “merangsang ujung payudara Anda”. Lalu set terakhir membayangkan diri merangsang klitoris untuk ON.

“Hal pertama yang saya sadari adalah bahwa gairah (hampir) semua ada dalam pikiran kita,” ujar wanita tersebut. Ketika tim Komisaruk mulai meneliti menggunakan MRI, dia terkejut mengetahui bahwa memikirkan stimulasi klitoris, puting, dan Miss V yang aktif melalui sensorik di otak, dianggap sama aktifknya dengan rangsangan fisik.

Setelah beberapa menit di mesin, wanita ini bisa membuktikan. Membayangkan kekasih menyentuh area ujung payudara saja sudah bisa bikin wanita ini ON. Sebenarnya ini bukanlah hal yang mengejutkan, banyak pasien yang mengaku tidak bisa ON, namun hasil scan mengungkapkan sebaliknya.

 

Ada banyak jenis stimulus, tidak hanya area vital, mungkin juga dengan beberapa adegan dalam film XXX. Apakah benar jika wanita juga suka menikmatinya sendiri? Jawabannya di sini.

 

Besar kemungkinan ini tergantung pribadi seseorang, di area mana saja para wanita benar-benar sensitif. Ini cocok dengan temuan Komisaruk bahwa keyakinan kita tentang seksualitas cenderung ingin memuaskan diri sendiri. Dalam dunia yang sarat dengan mitos tentang tubuh kita dan kapasitas seksual, temuan ini sangat berdampak bagi perempuan.

“Kebanyakan wanita tidak mampu orgasme melalui hubungan seksual saja, dan sampai 30% tidak orgasme sama sekali. Statistik ini disalahartikan,” ujar Sara Nasserzadeh, PhD, ketua North America’s World Sexual Health Day. Mungkin terus-menerus mendengar bahwa perempuan jarang orgasme membuat kita yakin bahwa kita tidak bisa.

Jadi intinya setiap stimuli dan respon dari tubuh bisa berbeda, wanita harus mengenali area mana saja yang bisa membuat hasrat melonjak naik. Ini bisa menjadikan gairah wanita meningkat dan membantu proses hubungan seks dengan kekasih.

(Visited 105 times, 1 visits today)