Nekat, Aktivis Perempuan Tak Berbusana Mencoba Mengganti Sebuah Patung!

0
1
aktivis perempuan

Sebuah peristiwa tidak mengenakan dan cukup memalukan terjadi di kota suci umat Katolik, Vatikan, pada hari raya Natal dimana seorang aktivis perempuan yang tak berbusana pada bagian atas alias telanjang dada, berteriak dengan lantang, menyatakan bahwa “Tuhan adalah perempuan,” mencoba merampas patung bayi Yesus yang terpajang di salah satu sudut kota Vatikan.

Akan tetapi aksi nekat yang dilakukan oleh aktivis perempuan bertelanjang dada ini dengan cepat dihadang oleh polisi yang kebetulan berpatroli di lingkungan setempat. Sang aktivis bersih keras dan melawan polisi yang mencegatnya, dan para polisi berusaha untuk menenangkan perempuan tersebut.

Lebih unik lagi, pada bagian belakang punggung aktivis perempuan yang telanjang dada tersebut, tertulis sebuah kalimat “Tuhan adalah perempuan” dengan cat berwarna hitam, kedapatan memanjat pagar pembatas dan berusaha merusak patung tersebut yang terletak di St. Peter’s Square.

Saat diinterograsi dan diperiksa oleh pihak kepolisian Vatikan, sang aktivis perempuan yang bernama Alisa Vinogradova merupakan anggota dari kelompok ekstrimis perempuan, dikenal dengan istilah “sextremist,” dengan organisasi bernama FEMEN, sebuah kelompok aktivis yang berasal dari Ukraina dimana kelompok ini memiliki tujuan untuk membuat para wanita terbebas dari budaya patriarki. Dilansir dari situs web resminya, FEMEN menyatakan misinya adalah untuk melakukan protes dan senjata utama mereka adalah payudara yang terekspos.

aktivis perempuan“FEMEN mengingat tentang kebijakan anti perang dari Vatikan, sebuah serangan kasar abad pertengahan pada kebebasan wanita dan hak – hak alami dari para wanita,” demikian tertulis pada blog situs resmi FEMEN mengenai insiden memalukan ini. Dalam situs resminya, FEMEN mengajak para wanita untuk mendukung dan melakukan pergerakan, bahkan menculik para bayi dari denominasi agama, dengan demikian, menyatakan bahwa mereka (para bayi yang diculik) memiliki hak atas tubuhnya sendiri.

Alisa Vinogradova berhasil menyentuh patung tersebut, akan tetapi polisi berhasil menangkapnya sebelum ia berusaha melarikan diri. Pada akhirnya, aktivis perempuan ini ditahan oleh pihak kepolisian.

Insiden ini terjadi sekitar 2 jam sebelum 50 ribu orang yang berkumpul untuk menyaksikan Paus Francis menyampaikan pesan Natal di St. Peter’s Square.

Aksi yang sama sempat terjadi di tahun 2014, dimana anggota kelompok ekstrimis wanita FEMEN berhasil membawa kabur patung bayi Yesus di hari Natal, namun hanya menjelang beberapa saat berhasil ditemukan dan ditangkap oleh pihak kepolisian.

 

(Visited 61 times, 1 visits today)