Pakai Benang Emas 24 Karat, Celana Dalam Pria Ini Punya Harga Fantastis!

0
6
Pakai Benang Emas 24 Karat, Celana Dalam Pria Ini Punya Harga Fantastis!

Tak hanya celana dalam milik wanita, harga celana dalam pria juga bisa sangat mahal lho. Seperti celana dalam buatan Perusahaan “daleman” bernama Aussiebum ini yang tergolong mewah dan berkelas. Tapi jangan kaget dengan harganya..

 

Ya! AussieBum menciptakan caldem (alias celana dalem) khusus laki-laki mahal yang pernah ada dalam sejarah. Harga jualnya mencapai 14.695 dollar Australia dan  jika dirupiahkan harganya bisa ratusan juta. Bukan main! Apa yang istimewa dari celana dalam ini?

Jadi caldem ini dibuat dari bahan yang tidak biasa, yaitu dengan bahan serat emas 24 karat. Pantas saja, tapi yang sudah beli pun ternyata sudah ada. Namanya juga salah satu kebutuhan sandang manusia, satu pasang celana dalam emas ini sudah terjual  ke pelanggan internasional.

Pelanggan yang ingin tetap anonim, telah jadi penggemar berat merek tersebut sejak awal 2001 lalu.

Upss, 5 Objek Alam Ini Miliki Bentuk Unik Menyerupai Organ Vital Wanita Lho!

Dikutip PR News Wire, AussieBum pun bermurah hati bagi para pria. Bagi mereka yang ingin mencoba sensasi mengenakan caldem emas diberikan kesempatan untuk memiliki sepasang. Caranya dengan mengikuti kompetisi AussieBum  dimana tiga orang yang beruntung akan memenangkan sepasang edisi terbatas.

Dikembangkan di Eropa 

Celana dalam ini dikembangkan di Jerman dan dirajut jadi kain di Queensland. Caldem dirancang pendiri perusahaan, Sean Ashby, dan dibuat di Sydney, Australia. Sean Ashby sendiri merupakan pendiri dan Managing Director AussieBum.

Pria Australia ini bilang kalau ide bikin pakaian dalam berlapis emas ini datang dari masa kejayaan pertambangan emas di negeri tersebut.

Sudah Punya Dua Cucu, Wanita Ini Dijuluki Sebagai Nenek Tercantik Sejagad Raya!

“Era Gold Rush adalah salah satu masa yang paling menggairahkan dan makmur dalam sejarah Australia. Saya terpesona dengan pemikiran bahwa orang-orang melakukan perjalanan keliling dunia untuk mencari peruntungan mereka di Australia,” jelasnya.

(Visited 88 times, 1 visits today)