Dengan Memberikan Makanan Gratis Membuat Karyawan Lebih Bahagia?

0
0
Makanan Gratis

Makanan gratis, kopi dan teh sering ditawarkan oleh sejumlah perusahaan untuk membuat karyawannya lebih bahagia.Dengan Memberikan Makanan Gratis Membuat Karyawan Lebih Bahagia?

Ungkapan “tidak ada makan siang yang gratis” tampaknya sudah tak berlaku lagi untuk karyawan di sejumlah perusahaan teknologi raksasa seperti Facebook dan Google. Para karyawan disediakan kantin dengan makanan hangat, makanan penutup, minuman, tanpa ditagih biaya apapun.

Google bahkan menerapkan “aturan 46 meter”. Prinsipnya, karyawan harus disediakan stan makanan dalam jarak 46 meter agar tak kelaparan dan kesusahan cari makan. Salah satu direktur Google untuk Inggris dan Irlandia, Dan Cobley, mengatakan makanan gratis meningkatkan semangat dan kesejahteraan.

Antrian panjang di kantin gratis juga bisa “memicu interaksi spontan” antar staf dan diharapkan mampu memicu diskusi kreatif. Situs Entrepreneur.com merekomendasikan perusahaan untuk menyediakan sarapan ringan “satu atau dua kali sepekan”. “Bagel, muffin, kopi dan atau makanan dengan harga yang sama adalah hal yang bagus untuk memulai hari,” kata situs tersebut.

Sebagian Perusahaan Melarang Karyawannya Pacaran Satu Kantor! Ini Alasannya…

Sebuah perusahaan iklan di London timur, Albion, bahkan menyediakan bar gratis tiap Jumat lengkap dengan wine, bir, dan koktail. “Kami selalu berpikir bahwa ‘sedikit ekstra’ ini bisa mengungkapkan rasa terima kasih kami kepada karyawan,” kata kepala eksekutif dan pendiri Albion, Jason Goodman.

Efektif?

Merujuk pada piramida kebutuhan yang dipopulerkan psikolog AS, Abraham Maslow, makanan (termasuk juga tempat tinggal) merupakan kebutuhan paling mendasar. Prinsipnya, jika kebutuhan ini sudah dipenuhi, karyawan bisa mengejar tahap selanjutnya yaitu diterima secara sosial dan mendapat rasa percaya diri.

Jika hal-hal ini sudah dipenuhi, Maslow berpendapat, manusia bisa maju ke proses “aktualisasi diri” – komitmen penuh kepada pekerjaannya sehingga dia merasa lengkap sebagai manusia.

Pamela Yeow, dosen senior di bidang manajemen Universitas Kent mengatakan ide makan atau hiburan gratis ini efektif. Namun lebih efektif jika tidak diberikan setiap hari.

(Visited 286 times, 1 visits today)