Event Balap Formula E Dilarang Melintas Di Kawasan Monas, Apa Penyebabnya?

0
3
Formula E

Indonesia didaulat menjadi salah satu  tuan rumah untuk penyelenggaraan Formula E tahun ini. Event Balap Formula E Dilarang Melintas Di Kawasan Monas, Apa Penyebabnya?

Indonesia akan jadi tuan rumah balap mobil yang digerakkan oleh tenaga listrik tahun 2020, penyelenggaran acara tersebut dilaksanakan pada 6 Juni 2020 di Jakart. Acara balap mobil ini bukan seperti acara balap F1 pada umumnya yang diselenggarakan di sircuit, tetapi acara balap ini akan dilaksanakan di jalan raya.

Kawasan yang akan menjadi target untuk sircuit ini adalah di monument Monas, Jakarta Pusat. Namun desain sirkuit belom tahu seperti apa, meskipun sempat beredar di media sosial mengenai layout sirkuit untuk Jakarta ePrix. Akun Instagram jakarta_eprix sudah memperlihatkan cuplikan video mengenai promosi Formula E Jakarta.

Doyan Touring? Ini Dia Tips Aman Touring dengan Sepeda Motor Kesayanganmu!

Disebutkan panjang trek dan jumlah tikungannya. Rencananya, panjang treknya sepanjang 2,4 KM dan akan memiliki 13 tikungan. Tetapi belom ada dsebutkan nama
sirkuit dan desain sirkuit untuk event Jakarta ePrix. Tetapi kabarnya beredar kabar kalau sirkuit yang akan dilaksanakan di Monas dilarang.

Sekretaris Menteri Sekertaris Negara (Sesmensesneg) Setya Utama menyatakan larangan untuk melaksanakan event balap Formula E di Monas. Setya menjelaskan keputusan itu diambil setelah sangat mempertimbangkan cagar budaya yang ada di kawasan Monas tersebut. Selain itu juga ada kegiatan pengaspalan yang membuat gelaran event tersebut tidak mungkin digelar di kawasan Monas.

Hal ini sama terjadinya di Kota Montreal, Kanada. Dengan Masalah dana yang besar untuk penyelenggaraan Formula E juga pernah dipermasalahkan Montreal. Bahkan ibu kota Kanada ini membatalkan niat mereka untuk jadi tuan rumah Formula E 2018 lalu.

Walikota Montreal, Valerie Plante tidak mau menggelar kembali Formula E untuk kedua kalinya. Dia tak mau membebani masyarakatnya untuk biaya Formula E Montreal yang mencapai 35 juta dollar (Rp 486,5 Miliar).

“Warga Montreal sudah jelas tak mau uang dibuang lagi untuk proyek yang tak berguna buat mereka. Mei tahun lalu (2017), penyelenggara langsung mengalami gangguan finansial yang hebat,” katanya seperti dikutip cbc.

Penulis: Robby

Editor: Fariz

(Visited 96 times, 1 visits today)