Bosan Nge-jomblo dan Berharap di 2016 Punya Pasangan Ini Aplikasi Solusinya

0
0

Tinder boleh berbangga karena pernah menjadi cupid dan menghasilkan banyak pasangan. Tapi itu kemarin ya. Perkembangan teknologi tentu menjadikan Tinder memiliki banyak pesaing, salah satunya adalah Bumble.

Memasuki zaman melek teknologi, aplikasi kencan mendominasi perjalanan kisah cinta dan ini telah menjadi bagian dari inti budaya. Meminta seseorang untuk bertemu tak lagi bergantung pada kopi di sebuah kafe. Atau insiden tak sengaja bertabrakan dan sederet drama lainnya ya. Dengan berbagai aksesibilitas (kemudahan) yang disediakan aplikasi, mencari teman baru dan pasangan bisa lebih mudah. Semuanya pilihan benar-benar ada di telapak tangan Anda.

Dengan demikian, kabar baiknya adalah Anda bisa menemukan orang sesuai keinginan, misalkan mencari seorang dengan pendidikan sarjana. Namun kabar buruknya, banyak dari aplikasi kencan yang bisa memuat interaksi menjadi tidak pantas atau tidak nyaman. Tinder misalnya, membuat orang menjadi ragu untuk chatting dengan orang baru.

Jangan ada dusta di antara kita. Namun survei berkata lain. Disinyalir online dating penuh dengan kebongan. Benarkah? Baca di sini.

Ini bukan tanpa alasan, contohnya sebagian besar pria dikenal suka berbohong, seperti; menggunakan profil tipuan, suka asal pick-up dan menipu pasangan chat hanya karna ingin mendapatkan kencan. Karena hal tersebut akhirnya peningkatan pun dilakukan untuk memberi peluang kencan dan mengurangi resiko.

Dan ini sederet alasan Bumble oke untuk Anda lirik.

#1 Lebih nyaman untuk wanita

Fungsi Bumble mirip dengan aplikasi kencan lain seperti Tinder, tetapi dengan satu perbedaan utama. Faktanya wanita harus memulai percakapan dengan pasangan sehingga harus mencegah komen yang terkesan boring. Bahkan ini juga mencegah wanita mendapat serbuan undangan kencan dari banyak pengguna.

Biasanya seperti aplikasi kencan pada Tinder dan Hinge, ketika dua orang cocok maka kedua belah pihak bisa chatting sesegera mungkin. Namun kenyataannya sangat disayangkan, banyak pengguna aplikasi ini yang terkesan ingin sekali bertemu langsung. Padahal diadakannya aplikasi kencan ini bisa sebagai jalan bagi orang untuk pengenalan dengan cara yang halus.

Nah, Bumble menyediakan keamanan untuk wanita dengan memberikan keluasan dalam percakapan. Pilihan ada ditangan wanita apakah ia ingin terlibat percakapan atau tidak.

Tak hanya kencan di dunia nyata yang perlu persiapan mantap. Kencan dunia maya pun wajib punya kiat!

2. Memaksa pria

Bumble menawarkan perubahan yang menyegarkan untuk praktek seksis ini. Daripada laki-laki meminta gadis keluar, para gadis bisa menjadi pengguna untuk melakukan kontak pertama kali. Ini menyelesaikan dua hal: Satu, menjadikan gadis pengendali percakapan dan kedua, ini bisa menjadi tekanan untuk wanita, maksudnya adalah tekanan untuk meminta nomor atau pergi kencan. Ya, di Bumble wanita dan pria setara.

#3 Aman untuk yang ingin berkenalan

Kencan akan berhasil jika pria dan wanita aktif di dalamnya. Namun yang menjadi masalah adalah pengguna mungkin hanya membuat akun saja tanpa benar-benar tertarik untuk mengobrol atau melakukan kencan.

Bumble juga menonaktifkan orang yang mengirim pesan yang tidak diinginkan kepada calon kencan. Selain itu, Bumble memberikan lapisan tambahan informasi tentang profil pengguna seperti pendidikan dan pengalaman kerja. Dengan latar belakang informasi pengguna, Bumble menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pengguna bergerak dalam pengalaman kencan.

Bagaimana? Anda tertarik menggunakannya?

(Visited 235 times, 1 visits today)