Gadis Asal Kolombia Ini Sudah Tidur 2 Bulan Non-Stop!

0
5
Tidur

Siapa bilang kisah putri tidur hanya ada di dalam dongeng anak-anak? Gadis Asal Kolombia Ini Sudah Tidur 2 Bulan Non-Stop! 

Seorang wanita asal Kolombia berusia 17 tahun, baru saja didiagnosa penyakit langka yang disebut dengan istilah “Sleeping Beauty” atau Kleine-Levin syndrome.

Kisahnya menjadi perhatian dunia setelah ibu Sharik Tovar meminta bantuan kepada pihak berwajib. Ia mengaku kesulitan menjaga anak perempuannya itu. Dilansir Okezone dari OddityCentral, Sharik diketahui telah mengidap sindrom Kleine-Levin sejak masih berusia 2 tahun.

Dilaporkan hanya ada 40 orang di dunia ini yang mengidap kondisi super langka tersebut. Sindrom Kleine-Levin ditandai dari pola tidur yang berlebihan dan perubahan kognitif serta perilaku.

Dalam kasus Sharik, ia mengalami hypersomnia yang dapat bertahan hingga dua bulan. Hypersomnia merupakan kondisi saat seseorang terlalu mengantuk di siang hari, atau mengabiskan waktu terlalu lama saat tertidur.

Apa Iya, Kurang Tidur Bisa Bikin Perut Lapar Terus?

Saat hypersomnia menyerang, ibu Sharik, Marleny harus memberikan asupan makanan yang telah dicairkan atau melalui infus. Tidak hanya itu, setelah melewati fase ini, Sharik biasanya akan lupa ingatan secara sementara dan terkadang permanen.

“Setelah 48 hari tertidur dari bulan Juni tahun lalu, dia sempat mengalami lupa ingatan. Dia selalu melontarkan sebuah pertanyaan berulang kali, ‘siapa aku?’,” tutur Marleny Tovat kepada Caracol News.

Tanpa Disadari, Ini 6 Hal yang Dialami Tubuh saat Tidur Semalaman Menyalakan AC!

Tahun ini, sepanjang bulan Januari dan Februari, Sharik mengalami tidur yang panjang selama kurang lebih 22 hari. Alhasil, Marleny harus memberinya makan setiap dua jam sekali.

Kasus Sharik Tovar sebetulnya sempat menjadi berita utama pada tahun 2017 lalu, tapi Walikota Acacias bahkan memberikan bantuan berupa rumah khusus bagi Sharik dan keluarganya, sehingga mereka tidak perlu lagi membayar uang sewa rumah.

Sampai detik ini, belum diketahui secara pasti penyebab utama sindrom Kleine-Levin. Namun sejumlah ahli menyebut kondisi diduga karena terjadinya viral infections, dan belum ada obat untuk menyembuhkannya.

(Visited 472 times, 1 visits today)