Banyak Faktornya, Yuk Kenali Disfungsi Ereksi Pria Lanjut Usia

0
2

Disfungsi seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor fisik dan psikis. Yuk, Kenali Disfungsi Ereksi Pria Lanjut Usia!

Fungsi seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor fisik dan psikis. Beberapa faktor fisik ialah hormon seks, kondisi kesehatan secara umum, syaraf dan pola hidup. Lalu, bagaimana menjaga kesuburan di usia tua? dr Daniel Bramantyo akan membantu menjawabnya.

Disfungsi seksual pria memang menjadi sebuah masalah yang sangat ditakuti. Basicnya semua disfungsi seksual yang dimiliki pria itu bukan karena dirinya tidak memiliki kepercayaan diri. Namun, karena pria tersebut mengidap penyakit faktualisasi di Mr P. Selain itu, Adanya penyakit yang terkait dengan faktor tersebut dapat menimbulkan gangguan fungsi seksual, misalnya penyakit kencing manis, Kolesterol tinggi,dan Diabetes.

Ssst, Ini Saatnya Kenali Tanda-Tanda Wanita Disfungsi Seksual

“Jadi seperti diabetes, bisa menyebabkan disfungsi ereksi karena metabolisme tubuhnya sudah terkontaminasi dengan gula. Nah, hal tersebut bisa menyebabkan peredaran darah yang tidak normal. Maka dar itu penyakit berat bisa menyebabkan disfungsi ereksi,” ucap dr Daniel.

Selain faktor fisik, dr Daniel juga mengatakan jika faktor psikis seperti kejenuhan, kebosanan dan hilangnya daya tarik terhadap pasangan dapat menimbulkan hilangnya kemampuan seks terhadap pria.

Penyebab gangguan disfungsi ereksi terhadap pria adalah, konsumsi rokok yang berlebihan. Kandungan zat kimia yang terkandung dalam rokok, dapat menyebabkan Ateroklerosis. Aterosklerosis itu adalah penyubatan plak yang terbentuk dari zat kimia.

Waspada, Bahaya Rokok Mentol Lebih Ganas Dari Rokok Biasa!

“Rokok itu memiliki kandungan zat kimia yang banyak sekali. Itu bisa menyebabkan Aterosklerosis, jadi semacam penyumbatan plak-plak yang terbentuk dari zat kimia itu sendiri. Bukan hanya jantung, jadi kalau sudah kena organ vital laki-laki itu bisa menyebabkan pria susah ereksi,”tambahnya.

Rata-rata pria diatas umur 40 tahun yang memiliki pola hidup sehat dan tidak memiliki penyakit genetik, pria tersebut dapat dipastikan tidak akan terkena disfungsi ereksi.

 

Editor: Fariz 

(Visited 471 times, 1 visits today)