Studi: Patah Hati Bisa Turunkan Kekebalan Tubuh

0
2
patah hati

Berkenalan-pendekatan-kencan! Ya, itulah fase dalam kisah percintaan. Lalu … patah hati?

 

Bila kencan pertama berjalan lancar, tak menutup kemungkinan kisah cinta akan berbuah manis dalam artian berpacaran. Saat cinta diterima, hati pun tentu saja akan terasa berbunga-bunga. Begitupun sebaliknya, bila cinta ditolak, hati akan terasa hancur dan pada kondisi tersebut seseorang biasanya akan larut dalam kesedihan.

Bicara penolakan cinta, peneliti ternyata menemukan keterkaitannya dengan masalah kesehatan. Dilansir Daily Mail, patah hati diklaim dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, seperti depresi, makan berlebihan, serta menyebabkan bintik-bintik merah pada kulit.

Hati-Hati, 4 Kebiasaan Ini Bisa Picu Depresi!

 

Masalah Kesehatan Karena Patah Hati?

Dr. Linda Papadopoulos mengatakan, reaksi yang timbul karena stres pada dasarnya akan meningkatkan hormon kortisol dan testosteron dalam tubuh. “Peningkatan kortisol sejatinya akan memengaruhi nafsu makan serta dapat mengikat reseptor hipotalamus di otak.

Yakin mau berpatah hati-ria?

 

Sementara peningkatan testosteron sendiri akan  merangsang sebaceous yang pada akhirnya memicu timbulnya bintik-bintik merah pada kulit” ungkap psikolog ini.

Selain sederet masalah tadi, Linda juga menuturkan bahwa penolakan cinta yang dialami seseorang  berpotensi besar menurunkan imunitasnya. Kata dia,”Saat patah hati, seseorang biasanya sangat mudah terserang flu dan tubuhnya pun jadi mudah lemas”.

 

5 Alasan (Mengagetkan) Kenapa Wanita Suka Pria Kaya & Terkenal

 

Lebih lanjut, Linda menyampaikan, kondisi psikologis seseorang memainkan peran penting dalam sebuah kencan. Sebelum kencan berlangsung, tutur Linda, seseorang biasanya akan merasa grogi dan cemas.

Begitupun saat kencan usai. Menurut hasil riset, setelah kencan, 23 persen orang diketahui merasa cemas  dan punya ketakutan yang berlebihan!

(Visited 234 times, 1 visits today)