Benarkah Terlalu Banyak Duduk Bikin Pantat Tepos?

0
12
Hah, Benarkah Duduk Terlalu Lama Sangat Berpengaruh Buruk Bagi Otak?

Banyak orang mengatakan bahwa pantat tepos merupakan akibat terlalu banyak duduk

Di kehidupan sehari-hari, kita tentu sering mendengar ungkapan “Terlalu banyak duduk bisa bikin pantat jadi tepos”. Yang jadi pertanyaan, benarkah demikian?

Kendati terdengar konyol dan sedikit tak masuk akal, namun pernyataan itu ternyata benarnya adanya. Menurut ahli, terlalu banyak duduk memang berpotensi besar menyebabkan bokong jadi datar.

Biasanya, kata ilmuwan, bokong datar dimiliki oleh mereka yang kerja di kantoran atau yang kerap menyetir mobil dalam waktu lama. Dan saat ini, sejumlah ahli tubuh menyebut fenomena bokong rata sebagai ‘pantat kantor’.

Terlalu banyak duduk bisa sebabkan otot bokong mengalami penyusutan.
Terlalu banyak duduk bisa sebabkan otot bokong mengalami penyusutan.

Kebanyakan duduk pada dasarnya bisa bikin otot bokong (gluteal) mengalami penyusutan. Yang lebih parahnya lagi, kebiasaan tersebut juga dapat memicu timbunan lemak di wilayah bokong serta pinggul.

“Tuntutan kerja seringkali membuat Anda duduk berlama-lama di depan komputer. Perlu Anda tahu, hal tersebut bisa bikin bentuk bokong jadi tak indah. Untuk menyiasatinya, cobalah sering-sering berdiri atau berjalan setidaknya sekitar lima menit tiap satu jam,” ujar terapis fisik di Spear Physical Therapy, New York, Abby Bales.

Sementara itu, jika Anda ingin miliki bokong yang indah dan berisi, ada cara mudah yang bisa Anda lakukan. Caranya yakni hanya dengan rutin melakukan squat. Demikian dilansir ibtimes.com.au.

Latihan squat bisa bikin bokong indah.
Latihan squat bisa bikin bokong indah.

Oh ya, tak hanya bikin bokong jadi tepos, terlalu banyak duduk juga diklaim dapat menurunkan aliran darah dan massa otot. Jika dibiarkan berlarut-larut, hal tersebut bisa memicu terjadinya obesitas, hipertensi, bahkan nyeri leher.

Baca juga: Awas, Terlalu Lama Duduk Bisa Sebabkan NAFLD!

Di sisi lain, mengingat banyak orang yang saat ini kerap menghabiskan waktu duduknya selama enam sampai delapan jam dalam sehari, American Heart Association menyerukan agar sebisa mungkin melakukan aktivitas gerak lebih banyak. Periset di sana merekomendasikan agar setidaknya melakukan aktivitas fisik selama 30 menit dalam sehari.

Terlalu banyak duduk memang sejak lama dipercaya punya segudang dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Fakta yang tak kalah menyeramkan, kebiasaan itu juga disebut-sebut bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, bahkan sebabkan kematian dini.

(Visited 3,713 times, 1 visits today)