Tes Alergi Tidak Bisa Selamanya Akurat. Mau Tau Kenapa??

0
3

Begitu banyak penyakit yang baru-baru ini dibicarakan masyarakat luas, seperti difteri, hepatitis, serviks, dan lain-lain. Namun, pernahkah kamu mengalami respons tubuh yang tidak wajar atau belum kamu ketahui penyebab sebelumnya? Well, respons tubuh tersebut bisa saja muncul dalam berbagai bentuk, seperti gangguan pernapasan, gatal-gatal, bercak pada kulit, dan lain-lain. Respons tubuh seperti itu seringkali kita anggap sepele, tapi tau nggak sih kamu, kalau hal-hal seperti itu bisa saja merupakan bagian dari gejala alergimu? Atau bahkan kamu memang sudah menyadari kalau kamu memiliki alergi? Nah, kebanyakan orang yang sudah melakukan konsultasi kepada dokterpun pada akhirnya menjadi khawatir berlebihan hingga ingin mengetahui secara pasti hal-hal apa yang bisa menjadi stimulus alerginya.

Banyak masyarakat yang mencoba berbagai tes alergi untuk dapat mengetahui stimulus alerginya, dengan harapan dapat dengan pasti penyebab respons yang terjadi di tubuhnya. Namun, tahukah kamu bahwa terlalu banyak stimulus di dunia ini hingga sangat sulit untuk memastikan secara akurat penyebab alergimu? Memang sih, dengan melakukan tes alergi setidaknya kamu tahu beberapa stimulus yang bakhirnya bisa kamu hindari. Tapi ingat, alat kedokteran di klinik tempat alergimu pun belum bisa menyediakan seluruh stimulus yang terdapat di dunia ini. Jadi intinya, mungkin kamu bisa mengetahui beberapa stimulus alergi dari tes alergi tersebut, namun tidak semuanya. Belum lagi kalau ada error  di dalam tes alergi tersebut. Misalnya saja kondisi tubuh yang sedang tidak optimal, yang bisa saja membuat hasil alerginya menjadi tidak akurat.

Coba Tonton Video Game Review dari 3 Youtuber ini Sebelum Kamu Mencoba Game Baru!

Jadi, bagaimana cara yang paling tepat untuk menghindari “bakat” yang akan kamu miliki seumur hidupmu ini? Beberapa pakar kedokteranpun menyarankan agar tiap individu yang sudah menyadari adanya “bakat” alergi itu untuk memahami respons tubuhnya sendiri, asalkan mereka sudah mengetahui jenis respons yang ia miliki. Misalkan saja respons alergi yang kamu miliki termasuk ke dalam gejala dermatitis (kulit). Kamu bisa saja menyadari stimulusmu apabila terjadi respons gatal-gatal setelah melakukan sesuatu, let’s say, sehabis kamu makan ayam negri tiba-tiba kamu merasa gatal. Well, itu artinya bisa saja ayam negri merupakan salah satu stimulusmu. Kurang yakin? Coba ulangi kegiatan tersebut, kalau memang kamu mengalami respons yang serupa tiap kali makan ayam negri, maka kamu dapat memastikan bahwa hal tersebutlah yang harus kamu hindari. So guys, be aware and stay healthy!

Sarapan Sehat Untuk Pria Ini Ternyata Nggak Sehat, lho!

Butuh info lainnya? Langsung aja dapetin Video petunjuknya dari aplikasi POPULARNow yang bisa langsung diunduh di Google Playstore dan iOS Store.

(Visited 62 times, 1 visits today)