Mari Jelajah Festival Nusantara yang Kaya di Indonesia

0
2

Hamparan laut, kepulauan, dan danau kian istimewa dengan suguhan atraksi sarat makna dan budaya. Festival-festival berikut ini buktinya, dan cuma ada di Indonesia.

Ada beragam budaya dan destinasi menggugah selera bervakansi di negeri ini. Paduannya lalu melahirkan berbagai festival yang terbukti menjadi daya tarik sektor pariwisata. Kali ini kami akan mengajak Anda untuk menikmati tiga di antaranya.

Dimulai dari kawasan Indonesia bagian barat, ada Festival Danau Toba.

Rasanya belum sah ke Sumatera Utara jika belum berkunjung ke Danau Toba. Danau yang terbentuk dari ledakan mahadahsyat Gunung Api Toba ribuan tahun silam ini memang cantik dan ikonik. Danau seluas tiga ribu kilometer persegi ini dikelilingi beberapa kabupaten, yaitu Simalungun, Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Karo, dan Dairi.

Indonesia Jadi Destinasi Paling Terpopuler Versi Instagram!

Menuju Danau Toba tidaklah sulit. Dari Medan, perjalanan menuju Dermaga Parapat bisa ditempuh sekira empat hingga lima jam melalui Brastagi yang cantik ataupun Pematang Siantar yang kaya akan wisata kuliner. Jangan takut bosan, sebab hawa sejuk dan pemandangan cantik bisa Anda nikmati di sisi kanan dan kiri. Setelah sampai di dermaga, Anda tinggal pilih penyeberangan sesuai budget menuju Pulau Samosir.

Festival Danau Toba jadi daya pikat tersendiri bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri. Festival tahunan ini menghadirkan beragam acara mulai dari pesta budaya, olahraga, hingga kuliner khas setempat. Di antaranya lomba Solu Bolon (perahu naga) berhias gorga (ukiran khas Batak), Karnaval Sigale-gale, World Drum Festival, lomba renang, lomba arung jeram, serta pameran industri kreatif.

Memasuki Indonesia bagian tengah, Festival Pasola siap menyambut Anda.

Festival adat Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, ini diadakan untuk menyambut musim panen. Pasola merupakan ritual ‘perang’ antara dua kelompok dengan menunggang kuda. Setiap kelompok terdiri dari seratusan pemuda bersenjatakan lembing kayu berdiameter 1,5 cm dengan ujung tumpul. Pasola sendiri berasal dari kata sola, atau hola, yang dalam bahasa lokal berarti lembing kayu.

Tradisi turun temurun ini ditujukan sebagai penghormatan kepada arwah leluhur menurut kepercayaan setempat (Marapu), serta sebagai bentuk penebusan dosa atas pengorbanan Putri Nyale ribuan tahun silam. Dua agenda wajib sebelum memulai Pasola disebut ritual Bau Nyale (menangkap cacing laut sebagai jelmaan Sang Putri), dan ritual Pajura (adu tinju di tepi pantai menggunakan sarung tinju terbuat dari semak berduri).

Destinasi Liburan Terbaik Untuk Mengikis Stres

Tiba di kawasan timur Indonesia, siap-siap dibikin melongo oleh Festival Teluk Jailolo.

Teluk cantik, yang namanya makin naik daun, ini terletak di Halmahera Barat, Maluku Utara. Setelah mendarat di Bandara Sultan Babullah Ternate, Anda hanya perlu satu jam perjalanan darat menuju Pelabuhan Dufa-Dufa, dan satu jam lagi untuk menyeberang ke Jailolo menggunakan speed boat.

Di sepanjang pesisir Teluk Jailolo, Anda bisa menyaksikan sunset terindah di nusantara. Spot-spot incaran pelancong penikmat senja, dan ketenangan ada di Pantai Bobanehena, Pantai Air Panas, Pantai Arugasi, dan Dermaga Payo.

Festival ini melibatkan ratusan penduduk Halmahera Barat, yang terdiri dari anak-anak sekolah, nelayan, dan petani. Larut dalam semaraknya pesta yang menonjolkan keindahan alam, aneka budaya, panorama bawah laut dan kesenian. Beragam pagelaran menarik seperti Cakalele, Soya-soya, Legu Sarai, musik Yanger, Tataruba, Sara Dabi-dabi, Horum Sasadu, serta acara kuliner kolosal akan menjadi suguhan luar biasa.

Rangkaian acara Festival Jailolo dibuka dengan upacara Sigofi Ngolo, yakni ritual meminta izin kepada penguasa laut. Para tetua adat dengan pakaian warna-warni mencolok akan berlayar dengan perahu-perahu hias mengelilingi Pulau Babua, sambil membaca doa dan menebar bunga.

Selanjutnya, ada Orom Sasadu, atau acara makan bersama dalam rumah adat. Diawali dengan ritual Sibere Wanat, atau memasang atap rumah adat (Sasadu), dilanjutkan dengan tarian Legu Salai yang diiringi tifa dan gong. Puncaknya, para ayah dan anak pertama mereka masuk ke dalam dan makan bersama.

(Visited 53 times, 1 visits today)