Mau Coba Jadikan Jastip Alias Jasa Titip Sebagai Peluang Bisnis? Ini 5 Tipsnya…

0
7
Jasa Titip

Bagi Anda yang doyan belanja, Anda mungkin tidak asing lagi dengan bisnis jastip atau jasa titip beli barang. Mau Coba Jadikan Jastip Alias Jasa Titip Sebagai Peluang Bisnis? Ini 5 Tipsnya…

Biasanya, barang yang dititip untuk dibeli adalah barang-barang luar negeri yang bermerek. Tapi ada juga yang menjalankan usaha ini untuk barang-barang lokal produksi dalam negeri.

Walaupun terkesan sebagai bisnis yang sepele, ternyata usaha ini sudah banyak dijalankan di Indonesia. Anda bisa dengan mudah menemukan toko online di Instagram yang menawarkan bisnis jasa ini.

Apakah Anda tertarik? Sebab banyak juga pembeli yang malas atau tidak sempat belanja sendiri dan lebih memilih menggunakan jasa orang lain untuk membelikan produk yang diinginkannya.

Simaklah kiat sukses berbisnis jasa titip beli barang berikut ini:

1. Tentukan Jenis Barang atau Produk

Supaya Anda lebih mudah dalam memulai bisnis ini, tentukan jenis produk yang bisa dititip untuk dibeli. Sehingga Anda tidak akan memutar-mutar ke berbagai tempat untuk mencari barang-barang pesanan.

Makin Indonesia, Tehbotol Sosro Gandeng Damn! I Love Indonesia Menuju Level Internasional

2. Cara Menawarkan

Menjalankan bisnis ini butuh kepercayaan dari pembeli. Pertama-tama, mulailah dengan menawarkan kepada orang-orang yang Anda kenal, seperti kerabat dan teman-teman kerja.

Baru setelah itu, Anda akan lebih mudah meyakinkan pembeli yang belum mengenal Anda. Anda bisa menunjukkan bukti kepada mereka bahwa sudah ada beberapa orang yang memakai jasa Anda.

3. Tetapkan Tarif yang Wajar

Jangan menetapkan tarif yang kemahalan karena akan membuat pembeli berpikir ulang. Cukup dipatok sekitar 5-10 persen per item dari harga barang. Misalnya, barang yang dititip seharga Rp 1 juta. Berarti tarif untuk jasa titip barang Anda berkisar Rp 50.000 – Rp 100.000 per item.

4. Sistem Bayar Di Muka

Sebaiknya, Anda menerapkan sistem pembayaran di muka untuk mencegah kerugian. Sebab terkadang ada orang yang sudah memesan, tapi membatalkannya secara sepihak setelah Anda membelinya.

Cara ini juga akan meringankan Anda yang memiliki keterbatasan modal. Jadi, setelah pembeli mentransfer biaya barang plus tarif untuk jasa dan ongkos kirim, maka Anda baru menjalankan tugas Anda untuk membelinya.

5. Lakukan Riset

Jangan cuma menunggu pesanan. Bisnis ini baru bisa terus berjalan jika Anda sering melakukan riset ke berbagai mal atau pusat perbelanjaan dan juga event sale. Sehingga Anda akan tahu produk-produk terbaru di pasaran. Anda pun bisa terus meng-update katalog produk dan menarik minat pembeli untuk terus berbelanja.

(Visited 276 times, 1 visits today)