3 Poin Dokumenter Kurt Cobain: Montage of Heck Layak Disimak

0
3

If you die you’re completely happy & your soul somewhere lives on. I’m not afraid of dying. Total peace after death, becoming someone else is the best hope I’ve got.” – Kurt Cobain

 

Sebegitu saktinya kah film dokumenter tentang vokalis grup grunge ’90-an tersebut hingga via trailer-nya saja kita bakal digugah untuk menontonnya?

Ya. Suka atau tidak suka, segala sesuatu yang berasal dari era ’90-an, terutama dari dunia musik, semuanya terasa begitu orisinil dan … lengkap! ’90-an dipenuhi grup-grup musik baik Pop, R&B, hingga ke Rock khususnya Rock Alternatif kaya dengan berbagai sound yang spesifik. Kaya dan lengkap!

Itulah kenapa meski 21 tahun setelah kepergian tragis Kurt Cobain, eksistensi musik Nirvana tetap terasa begitu sakti, bergengsi dan elegan.

Itulah kenapa film dokumenternya, Kurt Cobain: Montage of Heck, bukan sekadar film dokumenter sentimentil biasa – meski anak satu-satunya Cobain, Frances Cobain, jadi salah satu produser pelaksananya.

Apalagi?

 

1  

Momen never-before-seen

Montage of Heck dipenuhi banyak potongan gambar yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Seperti obrolan-obrolan dengan keluarga Cobain dan dua personil Nirvana yang tertinggal, Krist Novoselic dan Dave Grohl. Ini yang bikin Montage jadi terasa dalam dan kuat.

 

 

2

Footage masa kecil

Film doku ini secara menyentuh mengagetkan dengan film pendek Cobain semasa masih bayi yang gembira dengan kehidupannya. Lalu terlihatlah evolusi saat dirinya mengalami penolakan oleh keluarganya sehingga ia bersikap ‘asal’ dan jadi pribadi yang sensitif – dan kesensitifannya tersebut bikin dirinya menciptakan musik memorable di era 1990-an!

 

 

Apa perasaan Frances Cobain tentang sang ayah? Coba buka Obrolan Manis Frances Bean Cobain ini  

 

3

Detail depresi

Ungkapan ‘be careful what you wish for’ menggigit balik Cobain setelah dirinya meraih pencapaian karier dengan menggelegarnya Nirvana. Kesuksesan Nirvana terbukti bukan jadi solusi dari depresi karena kehidupan melaratnya. Dokumenter ini menunjukkan Cobain harus menghadapi penyakit perut yang cukup menyakitkan. Selain faktor internal diri yang jadi pemicunya bunuh diri.

 

Banyak pesohor berusia relatif muda yang mengakhiri hidup mereka dengan tragis. Silahkan klik Para Pemuda Yang Berakhir Tragis

 

Pada akhirnya dokumenter yang dibesut Brett Morgan ini jadi begitu unik dengan sederet elemen di atas termasuk persetujuan dari Courtney Love, janda Cobain, dan tentu Frances Cobain sebagai anak kandung Cobain sekaligus peninggalan berharga dari nama Cobain itu sendiri.

Perjalanan singkat Kurt Donald Cobain yang hanya berusia 27 tahun jadi totem berharga buat semua individu yang masih menikmati nafas hingga detik ini. Sebuah totem yang sangat berharga.

(Visited 311 times, 1 visits today)