Gempuran Tunggal Morrissey Penuh Energi Merangsek (Lagi) di Tengah Kota

0
0

Konser Morrissey tengah kota ini terasa adem tapi elegan

 

Langit Jakarta memang cenderung sendu belakangan ini. Jika sore mulai mengintip, ancaman melankolis curahan air langit mulai menerpa semua makhluk megapolitan kota. Serunya, ancaman melankolis air langit tak terjadi sore, 12/10, lalu di Area Gelora Bung Karno Sports Complex Senayan alias eks Golf Driving Range, Jakarta.

Saat magrib mulai merayap, mulut gerbang mungil area padang rumput bekas padang golf tersebut mulai sedikit ramai. Sebagian terlihat siap ‘perang’ dengan kucuran lagu-lagu rock rasa brit yang siap menerpa di sepanjang awal malam itu.

Yes, Steven Patrick Morrissey alias Morrissey, rencananya bakal ‘mencak-mencak’ nge-rock di padang rumput golf tadi. Eks dedengkot grup rock legendaris ’80-an, The Smith, ini terbilang sangat sehat-walafiat. Asal tahu saja, Morrissey punya angka 57 di tangan!

Seberapa tangguhnya Morrissey?

 

morrissey-2

Selintas bisa dilihat via antrian panjang (baca: antrian becek-becekkan) yang tadinya hanya terhitung beberapa gelintir saja, makin malam makin mengular panjang dari tengah lapangan hingga ke pinggir pintu gerbang imut tadi.

Konser yang digelar kiosPLAY.com, ini pun dimulai dengan rapi pas bilangan angka delapan malam lewat sedikit.

 

morrissey-4

5 Geberan Musik Ini Bisa Bikin Jones Adem

Suedehead membuka atmosfir konser bertudungkan langit warna merah malam itu. Gebrakan ‘old man’ yang masih terlihat segar-muda berkat kemeja biru terasa mantap. Everyday is Like Sunday, Speedway, Let Me Kiss You, World Peace Is None Of Your Business mengalir elegan nan megah.

Kemegahan hamparan gedung-gedung kawasan SCBD sebagai latar belakang menyiratkan itu.

 

Anekdot

Total 19 nomor yang dibawakan pentolan rock yang penuh kontroversi ini. Latar panggung dengan hamparan layar eletronik yang disemat memunculkan beberapa gambar seperti selfie sang vokalis semasa muda dan klip anti-kekerasan plus gambar anekdot ‘United King-Dumb’, menyemburatkan rasa ‘80s yang cerah.

Puas?

 

morrissey-3

Beberapa penggemar banyak yang gigit jari karena solois gaek Inggris ini tak membawakan beberapa nomor, seperti There Is A Light That Never Goes Out (yang notabene milik The Smiths) dan The More You Ignore Me, The Closer I Get.

Toh klimaks konser terjadi pas Morrissey menggempur telinga via How Soon Is Now-nya The Smiths (dan disini sempat akrab lewat serial tiga penyihir seksi Charmed!). Kemegahan ritme rock klasik dikocok habis-habisan oleh melodi pun menawan telinga dan sensasi kepala. Semua terbius!

Langit Jakarta pun tetap memerah hingga konser usai. Tanda kalau api Morrissey belum padam sampai entah usia sang vokalis yang ke berapa.

 

(Visited 225 times, 1 visits today)