Awas, Aksi 5 Solo Panas Eks GirlBand Ini Membara!

0
1

Yang namanya gabung dalam grup vokal memang seru, tapi toh ada juga yang keluar dan ciptakan keseruan sendiri jadi vokalis solo. Jadi solo panas?

 

Persis grup band, grup vokal cewek pun bisa bubar, pecah dan hilang dimakan waktu. Meski sudah tak ada lagi, biasanya beberapa personil menempuh jalur solo karier. Ada yang sukses, ada yang tak berdaya gigi-jari meski sudah tampil habis-habisan. Mana kira-kira yang masih bisa membakar mata dan telinga?

 

CL

“The Baddest Female”

Ia adalah personil paling liar dari girlband Korea Selatan, 2NE1, jadi tak heran jika dirinya berkiprah solo. Ritme dubstep campur hip-hop jadi ilmunya. Siap-siap saja dengan serbuannya yang dingin tapi panas ini!

 

 

 

Kelly Rowland

“Motivation”

Selain dua personil Destiny’s Child seperti LeToya Luckett dan Michelle Williams, Kelly jadi personil yang paling sukses bersolo karier selepas trio tersebut bubar. Ia sempat punya lagu nomor satu bareng Nelly, Dilemma. Terakhir ia mengkilat lagi via Motivation yang luar biasa seksi itu.

 

 

Kandi

“Don’t Think I’m Not’

Grup vokal R&B, Xscape, dulu terbilang lumayan sukses meski kebanyakan lebih banyak yang tahu TLC. Jangan salah, salah satu personilnya, Kandi, justru sempat menulis lagu hit TLC, No Scrubs. Kandi pun bikin solo album yang lumayan bunyi. Hit ini jadi buktinya.

 

 

Mutya Buena

“Real Girl”

Setelah keluar dari Sugababes, cewek satu ini jadi personil pertama yang memulai debut solonya. Real Girl dirilis disusul dengan singel Ghost milik personil Sugababes lainnya, Siobhan Donaghy, yang kurang mendapat sambutan. Sayangnya Mutya (yang sempat bersatu lagi dengan Keisha dan Siobhan untuk album baru mereka dinyatakan bangkrut) pada September 2014.

 

 

Semangat & Goyang-Goyang Mantap Bareng 5 Cewek Latin!

 

Lisa ‘Left Eye’ Lopes

“The Block Party”

Left Eye jadi personil TLC pertama yang merilis album solo. Albumnya, Supernova, berhasil menembus luar Amerika dan sukses. Ramuannya pun cukup asyik. Musiknya sangat bernuansa tropikal, penuh dengan perkusi dan ritme nostalgia. Sayangnya, bakat Lisa tak berlangsung lama. Ia tewas pada 25 April 2002.

 

Mana yang lebih asyik dan panas?

(Visited 664 times, 1 visits today)