Saturdays Lifestyle, Kolaborasi Antara Kaca Mata dan Coffe Shop

0
3

Rama Suparta masih ingat suasana optik di mana ia harus membeli kacamata saat masih kecil. Tempatnya steril, pegawainya mengenakan jubah putih seperti dokter, dan duduknya berhadap-hadapan seperti sedang konsultasi kesehatan. Membeli kacamata berasa seperti seorang pasien yang harus disembuhkan dari sakit. Ia tidak suka dengan suasana tersebut.

Apalagi membayangkan memakai kacamata yang membuatnya dijuluki si kaca mata kuda. Bayangan itu masih membekas di benaknya bahkan ketika ia beranjak dewasa dan bekerja. Di tempat kerja, Rama berkenalan dengan Andrew, yang sama-sama memakai kacamata, dan memiliki cerita masa kecil serupa.

Brand Fashion ElgaandRina Bawa Tenun Sengkang ke Industri Fesyen

\Cerita-cerita masa lalu itulah yang kemudian membuat Rama dan Andrew tergerak untuk mengubah persepsi bahwa kacamata adalah alat bantu untuk orang sakit, kutu buku, atau mereka yang lemah.

Keduanya ingin mengangkat derajat kacamata menjadi sesuatu yang keren, barang yang modis, sekaligus menunjang penampilan.

Maka di tangan keduanya, lahirlah merek Saturdays tiga tahun lalu. Merek ini menekankan pada model yang bagus, sesuai wajah Asia, kualitas yang tinggi baik dalam pengerjaan dan bahan baku, serta harga yang terjangkau, karena tidak melalui perantara, alias dibuat langsung sesuai pesanan Saturdays.

 

 

Rama awalnya menjual Saturdays di antara kerabat dan teman-teman. Ia dulu sering terlihat membawa tas besar berisi kacamata yang ia tawarkan door to door. Seiring berjalannya waktu, Rama pun melakukan penjualan online dan membuka gerai kecil di beberapa mal.

Namun hal itu belum membuatnya puas. Ia ingin memenuhi mimpinya menjadikan toko kacamata sebagai tempat yang nyaman dan asyik. Mimpi itu akhirnya terwujud dengan dibukanya gerai Saturdays pertama yang dirancang sebagai cafe.

Di gerai yang berada di Lotte Shopping Avenue itu, pengunjung bisa memilih kacamata dengan santai, sambil ngopi, dan tidak terintimidasi pegawai yang menyodorkan produk-produk agar kita beli.

“Kami mengalami dan mendengar banyak pelanggan yang mengeluhkan pengalaman mereka berbelanja kacamata. Jadi kami berikrar untuk menawarkan alternatif dalam bentuk gerai Saturdays Lifestyle ini,” ujar Rama Suparta, Chief Doer & Co-Founder Saturdays saat pembukaan gerai, Kamis (2/5/2019).

Gerai dengan kedai kopi ini menggunakan berbagai material seperti marmer, kayu, beton dan logam, serta dihiasi dengan berbagai macam tanaman hidup untuk menghidupkan tampilan toko. Suasananya beda dengan optik-optik lain yang terang benderang dan terkesan putih. Adapun kacamata-kacamata koleksi Saturdays dipasang di rak-rak yang mudah dijangkau.

Ayo Tunjukkan Ke-Berani-anmu di #beranidekat #beraniDKT Booth!

Kita tidak perlu meminta untuk diambilkan kacamata yang ingin dicoba. Meski begitu, sebagai toko kacamata, Saturdays juga menawarkan jasa layanan optik yang lengkap. Untuk kacamata ukuran misalnya, kita bisa melakukan pengecekan mata secara gratis.

Selain itu ada layanan pembuatan dan pemasangan lensa yang bisa ditunggu oleh pelanggan selama kurang lebih 20 menit. Selagi menunggu, pelanggan bisa menikmati minuman gratis dan memesan kue artisan dari Dough Lab di sana.

“Di Saturdays, kami tidak hanya menjual kacamata, kopi atau kue, tetapi kami juga menawarkan pengalaman berbelanja yang sangat berbeda, yang diinginkan oleh konsumen saat ini,” ujar Rama.

Ia berharap, dengan model gerai seperti ini, berbelanja kacamata tidak lagi dianggap sesuatu yang mengerikan, namun justru menjadi aktivitas yang menyenangkan dan keren.

(Visited 109 times, 1 visits today)