Marlboro: Rokok Wanita yang Kini Menjadi Simbol Kejantanan Pria

0
49
sejarah marlboro

Lahir dan tumbuh dewasa di zaman modern seperti saat ini, kebanyakan orang melihat dipromosikan sebagai rokok yang ditujukan untuk para pria, dan dipasarkan dengan menampilkan citra sebagai rokoknya para laki – laki sejati yang gemar berpetualang. Namun faktanya adalah rokok produksi marlboro disegmentasikan untuk perempuan.

Sebagai perusahaan rokok terbesar di dunia, sejarah marlboro lahir pada tahun 1924. Ketika pertama kali memasarkan rokok, perusahaan rokok ini menargetkan pasar wanita dimana pesan – pesan yang disampaikan melalui iklannya menggambarkan wanita yang merokok Marlboro sebagai adalah wanita yang classy dan sophisticed.

Perusahaan rokok yang berada di bawah naungan Philip Morris, memilih nama Marlboro yang berasal dari kata Marlborough sebuah wilayah di London. Namun untuk alasan estetika, nama Marlborough dipersingkat menjadi Marlboro.

Pada awalnya, bagian filter diberikan pewarna merah untuk menyembunyikan bekas noda dari lipstik yang dipakai oleh wanita dan dalam iklannya diberikan slogan “The Beauty Tips to Keep the Paper From Your Lips.”

sejarah marlboroSetelah dua dekade berada dalam pasar kompetisi rokok, Philip Morris mengalami penurunan penjualan akibat informasi mengenai kanker paru – paru. Di tahun 1953, konsumsi rokok di Amerika Serikat menurun dan berbagai perusahaan rokok menciptakan strategi yang berbeda – beda untuk mengatasi informasi mengenai kanker paru – paru yang beredar.

Perusahaan Marlboro mengaku bahwa rokok produksi mereka lebih “aman” karena memiliki filter. Namun, tim pemasaran dari perusahaan ini masih saja menargetkan perokok wanita. Para pria yang ingin berganti ke rokok filter karena takut akan permasalahan kesehatan malah mengalami ketakutan yang lebih besar karena menghisap rokok “feminim” yang dipasarkan untuk para wanita.

Perusahaan rokok ini melakukan repositioning  pada target pasar mereka dan menciptakan taktik pemasaran yang menargetkan laki – laki. Marlboro memperkenalkan Marlboro Man, yang menggambarkan seorang cowboy, lantas penjualan mereka meningkat kemuian menjadi brand dengan penjualan tertinggi nomor empat di Amerika Serikat.

Begitulah sejarah Marlboro dari konteks pemasaran. Sebenarnya, kandungan rokok untuk laki – laki maupun perempuan sama saja, yang membedakan adalah citra yang ditampilkan dalam strategi dan taktik pemasaran masing – masing perusahaan.

(Visited 3,645 times, 1 visits today)