Siapa yang Disini Suka Puisi? Apakah Sastrawan-Satrawan Indonesia Ini Jadi Favorit Kalian?

0
2
suka puisi

Buat kamu semua yang suka dengan puisi pasti tau dong sastrawan-satrawan legenda ini. Siapa yang Disini Suka Puisi? Apakah Sastrawan-Satrawan Indonesia Ini Jadi Favorit Kalian?

Puisi-puisi yang indah dan melegenda lahir dari sastrawan-sastrawan hebat dan fenomenal. Indonesia memiliki sastrawan melegenda yang tidak kalah dari sastrawan asing. Karya-karyanya sangat berpengaruh terhadap kesusastraan Indonesia. Sejumlah judul puisinya melekat pada ingatan para penikmat sajak.

Nah POPle ini nih 5 sastrawan yang paling dikenal di Indonesia!

1. Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai Bapak Hujan Bulan Juni. Puisi-puisinnya mampu menderaskan rindu dan tulus terhadap hal apapun. Diksi-diksi yang dipakainya dalam puisi selalu tepat pada setiap sajaknya. Lirik-liriknya sederhana tetapi memiliki makna yang dalam. Contoh karya monumentalnya adalah “Hujan Bulan Juni” dan “Aku Ingin”.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

5 Mantan Pebasket NBA Paling Legendaris Sepanjang Masa!

2. Chairil Anwar

Chairil Anwar dijuluki dengan Si Binatang Jalang. Dia dinobatkan sebagai pelopor sastrawan angkatan 45. Karya legendarisnya berjudul “Aku”. Dia mampu melahirkan karya yang heroik dan menggugah kehidupan. Ia menggubah puisi-puisi bertajuk pemberontakan, kematian, individualisme, eksistensialisme, hingga multi-interpretasi. Dia meninggal pada usia 26 tahun.

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

3. W. S. Rendra

W.S. Rendra adalah sastrawan dari Solo. Karya-karyanya punya pengaruh besar terhadap kesusastraan Indonesia. Namun tidak termasuk pakem ’45, ’60, atau ’70-an. Karyanya hasil dari kebebasannya sendiri. Dia menggubah karyanya dengan kata-kata yang apik dibaca dan didengar.

Suatu malam aku mandi di lautan.

Sepi menjadi kaca.

Bunga-bungaan yang ajaib bertebaran di langit.

Aku inginkan kamu, tetapi kamu tidak ada.

Sepi menjadi kaca

4. Joko Pinurbo

Joko Pinurbo mengemukakan bahwa jarak tidak pernah ada karena pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan. Dia melahirkan karya-karyanya yang memadukan unsur naratif, ironi refleksi diri, dan tak jarang membubuhkan unsur ‘nakal’. Dia telah menggeluti puisi sejak remaja dan mulai menulis pada usia 20-an.

Malam ini aku akan berangkat mengarungimu.

Perjalanan mungkin akan panjang berliku

dan nasib baik tidak selalu menghampiriku

tapi Insyaallah suatu saat

bisa kutemukan sebuah kiblat

di ufuk barat tubuhmu.

5 Sosok Pemimpn Dunia Ini, Begitu Dicintai Oleh Rakyatnya. Nomor 4 dari Indonesia..

5. Remy Silado

Remy Silado bernama asli Yepi Panda Abdiel Tambayong. Tulisannya lekat dengan kritik terhadap berbagai persoalan termasuk sosial dan budaya. Dalam menulis puisi, dia kerap menggunakan kata-kata arkais. Dia juga menulis drama, novel, buku, dan lainnya.

 Di celah-celah sudut sempit terhimpit

Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit

Pohon-pohon pun tertaw.

Tertawa melihat manusia

ia kembali bersujud

Jiwa terasing dalam dunia bising

Diinjak, remak, permak

Lalu kiamat

Ia tamat

 

Penulis: Daus Basyaiban

(Visited 154 times, 1 visits today)