Standar Kecantikan Wanita dari Berbagai Belahan Dunia

0
13
standar kecantikan wanita

Standar kecantikan wanita selalu berubah – ubah dari masa ke masa. Akan tetapi standar kecantikan wanita dari negara – negara ini bikin kaum adam bingung.

Berkat berkembangnya teknologi dan komunikasi, bisnis kecantikan global saat ini memiliki nilai sebesar kurang lebih 265 juta dolar.

Mulai dari tren-tren yang populer di media seperti alis lebat Cara Delevigne hingga bibir menggoda a la Kylie Jenner, bicara kecantikan wanita memang tidak ada habisnya, POPle. Namun, kembali lagi, kecantikan adalah hal yang subjektif.

Ada banyak wanita cantik di dunia dalam caranya sendiri. Berikut adalah beberapa standar kecantikan wanita yang cukup unik dan menarik untuk disimak!

Jepang: Gigi Berantakan

standar kecantikan wanitaPada kebanyakan negara-negara berkembang dan maju di dunia, gigi yang rapi dan senyum dan sempurna menjadi salah satu kunci seseorang untuk tampil menarik.

Akibatnya, tak jarang orang-orang berani merogoh kocek hingga puluhan juta Rupiah untuk memperbaiki giginya. Namun, wanita-wanita muda di Jepang memiliki satu tren yang bernama yaeba. Yaeba, secara harfiah, berarti gigi dobel.

Seperti halnya merapikan gigi, proses untuk mendapatkannya cukup mengeruk dompet. Ya, wanita-wanita ini sengaja membuat giginya berantakan, dan ya, ada behel khusus untuk tujuan tersebut!

Prosedur ini dilakukan pada satu atau dua gigi saja, dan alasan mengapa gigi yang tidak sempurna dianggap menarik adalah untuk membuat si wanita tidak terlalu ‘sempurna’, sehingga dirasa tidak terlalu mengintimidasi.

Tapi, kalau dilihat-lihat, memang wanita Jepang dengan gigi seperti ini banyak yang manis juga ya, POPle.

Mauritania: Tubuh Subur

standar kecantikan wanitaTubuh montok nan sintal a la Kim Kardashian saat ini sedang dianggap jadi bentuk tubuh ideal ketimbang tubuh kurus artis Hollywood pada tahun 2000-an dahulu. Namun, siapa sangka bahwa di Mauritania, Kim Kardashian tidak ada apa-apanya, POPle.

Masyarakat negara indah di Afrika ini menganggap tubuh subur sebagai bentuk kecantikan. Bahkan, wanita-wanita yang dianggap berbadan kurus (atas alasan tidak mau atau tidak bisa gemuk) dikirim ke sebuah camp oleh keluarganya, yang secara khusus ditujukan untuk menggemukan tubuh.

Waduh! Di sana, wanita akan diberi makan (secara paksa) makanan seperti couscous dan kurma, demi membuat mereka lebih ‘cantik’ dan lebih mudah mencari suami.

Untungnya, tradisi seperti ini telah berkurang banyak, namun wanita bertubuh besar masih lebih diminati. Bahkan, mereka dapat meminta mas kawin yang lebih banyak atas alasan tersebut.

Iran: Pamer Operasi Plastik

standar kecantikan wanitaJika kebanyakan wanita zaman now sebisa mungkin tidak mau mengaku telah melakukan ‘vermak’ wajah, wanita Iran sebaliknya. Walau wanita Persia dikenal cantik dengan mata indah, rambut lebat dan hidung mancungnya, namun sepertinya mereka belum cukup puas.

Wanita dengan plester di hidung, seakan-akan baru menjalani operasi plastik, tak jarang ditemui di kota-kota besar Iran.

Terkadang, fokus utamanya bukan di ‘perbaikan’ bentuk hidung, namun lebih ke status sosial, manabila seseorang mampu untuk membayar prosedur operasi plastik, maka ia pasti berasal dari keluarga yang mampu.

Operasi plastik juga dilihat sebagai bentuk kepedulian keluarganya, sehingga dianggap lebih menarik dan cukup ‘menguntungkan’ untuk dinikahi.

Tak heran, seorang wanita yang pernah menjalani operasi hidung bisa tetap memakai plester selama berbulan-bulan, hingga bertahun-tahun demi status ini.

Ada-ada saja ya, POPle. Bagaimana menurutmu, apakah tren-tren kecantikan ini membuat seorang wanita lebih menarik?

(Visited 70 times, 1 visits today)