Telapak Tangan Anda Suka Berkeringat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

0
7
telapak tangan

Apakah kamu takut untuk menjabat tangan seseorang karena telapak tanganmu berkeringat? Telapak Tangan Anda Suka Berkeringat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Telapak tangan dan kaki yang sering berkeringat merupakan suatu keluhan yang membuat siapa saja yang mengalaminya menjadi penasaran, sebenarnya apa yang sedang terjadi pada tubuhnya, adakah kelainan yang serius, bahkan sering kali mereka mengkhawatirkan adanya gangguan atau penyakit jantung. Benarkah demikian bahayanya telapak tangan dan kaki berkeringat ini.

Apa Penyebabnya?

Ada yang bilang jika telapak tangan berkeringat itu pertanda jika kita menderita penyakit jantung. Namun kenyataannya, itu hanyalah mitos. Telapak tangan berkeringat tidak terkait dengan kondisi lain, tidak menyebabkan penyakit dan bukan pertanda suatu penyakit atau interaksi obat. Pada dasarnya, orang yang telapak tangannya sering berkeringat itu sehat-sehat saja, hanya keringatnya saja yang berlebihan. Telapak tangan berkeringat berlebihan dalam istilah medis disebut dengan Palmar Hyperhidrosis.

Duh! Jika Suka Keringatan Sikat 5 Cara Cegah Banjir Keringat Ini

Kondisi ini tak jarang membuat penderitanya menjadi jengkel, malu, minder saat berjabat tangan dan juga dapat berdampak negatif terhadap kehidupan sosial, pendidikan dan karier seseorang. Selain telapak tangan, keringat berlebih biasanya juga terjadi pada wajah, ketiak dan telapak kaki. Istilah medis telapak kaki yang berkeringat berlebih disebut Plantar Hyperhidrosis. Kondisi ini biasanya berkembang pertama kali sebelum kita menginjak usia 25 tahun.

Berikut adalah penyebab telapak tangan dan kaki berkeringat:

1. Kelebihan Hormon Tiroid

Gejala kelebihan hormon tiroid ini disebut juga dengan hipertioridism. Kelebihan hormon tiroid maksudnya adalah kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan, dan ini bisa mengakibatkan telapak tangan anda berkeringat. Kelenjar tiroid ini disebut juga kelenjar gondok yang terletak pada leher bagian depan, di dekat jakun.

Jika anda mengalami kelebihan hormon tiroid ini, biasanya anda juga akan mengalami gejala-gejala lain seperti badan menjadi kurus, berat badan turun, gelisah, berdebar-debar, tangan tremor, gemetaran, tidur tidak nyenyak, otot lengan atas dan paha terasa melemah. Alangkah baiknya anda memeriksakan ke dokter jika mengalami gejala ini, dan jangan khawatir hipertiroidism ini bisa disembuhkan.

2. Cemas

Cemas atau kecemasan adalah respon emosional terhadap penilaian yang menggambarkan keadaan khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai berbagai keluhan fisik. Sikap cemas inilah yang menyebabkan reaksi tubuh akan terjadi berulang-ulang seperti sesak nafas, jantung berdebar, sakit kepala, rasa ingin buang air dan juga berkeringat. Pada saat cemas, telapak tangan anda juga pasti mengeluarkan keringat, sehingga ini bukan suatu hal yang berbahaya.

3. Stres dan Tertekan

Stres diakibatkan oleh kondisi lingkungan yang tidak bersahabat dan juga bebean pikiran yang berat dan kita tidak bisa menghadapinya. Kondisi ini sangat berpengaruh pada keluarnya keringat, termasuk pada telapak tangan anda. Pada saat stres dan tertekan, sistem saraf tidak sadar tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan sinyal yang salah dikirim dari otak ke saraf keringat.

Punya Masalah Bau Badan? Begini Cara Jitu Hilangkan Bau Badan!

Cara Mengatasinya:

1. Oleskan Salep

Salep yang mengandung 20% Aluminum Chloride Hexahydrate guna mencegah pori-pori keringat terbuka. Sayangnya, salep ini bisa menyebabkan atrofi (penyusutan) sel-sel pembuat keringat dan bagi yang alergi dengan komponen obat ini tidak dapat memakainya. Selain itu, jangan pula menggunakan salep ini pada tangan yang iritasi atau terluka. Dianjurkan minta saran dokter terlebih dahulu sebelum membeli salep ini dan baca instruksi pemakaian dengan teliti sebelum mengoleskannya ke telapak tangan.

2. Pakai Lontophoresis

Ini merupakan pengobatan yang menggunakan stimulasi listrik. Dalam pengobatan untuk telapak tangan berkeringat ini, tangan dimasukkan ke dalam wadah kecil berisi air. Kemudian, arus listrik berdaya kecil akan dialirkan melalui air dari mesin khusus. Meski tidak berbahaya, Iontophoresis dapat membuat kita merasa kesemutan atau tidak Sebelum memilih cara ini, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Jangan pula menggunakan iontophoresis jika sedang hamil, sedang menggunakan alat pacu jantung atau terdapat implan logam dalam tubuh.

(Visited 552 times, 1 visits today)