UNESCO Pilih Musik Reggae Jadi Warisan Budaya Dunia!

0
1
Musik Reggae

UNESCO mengatakan reggae merupakan suara orang-orang terpinggirkan, dianut dan dinikmati oleh berbagai kalangan. UNESCO Pilih Musik Reggae Jadi Warisan Budaya Dunia!

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaganya UNESCO menambahkan musik reggae ke daftar kekayaan budaya internasional. Musik asal Jamaika itu dianggap telah bersuara banyak mengenai keadilan.

Mengutip dari situs webnya, UNESCO mengatakan reggae merupakan suara orang-orang terpinggirkan, dianut dan dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk kelompok etnis dan agama. Reggae tidak pernah berubah sejak kemunculannya di Karibia tahun 1990.

“Kontribusinya terhadap isu internasional seperti isu ketidakadilan, perlawanan, cinta dan kemanusiaan serta tetap membawa musik ke fungsi dasar sosialnya seperti kendaraan atau sarana untuk bersuara mewakili semua orang, kritik sosial dan memuji Tuhan,” tulis UNESCO.

4 Jenis Musik Ini, Diklaim Bisa Tingkatkan Fokus dan Produktivitas

Proses pengakuan musik reggae itu tidak terlepas dari usaha Jamaika yang terus membujuk PBB. Jamaika, tempat jenis musik ini dilahirkan, terus mengajukan agar tradisi musik mereka diakui sebagai kekayaan dunia.

Artis Reggae, Hollie Cook juga menambahkan bahwa politisi dapat melihat pesan perdamaian, cinta dan persatuan dalam reggae yang kuat, dan menggambarkan dampak budayanya. Menurut Hollie reggae adalah contoh yang bagus tentang bagaimana imigrasi memiliki pengaruh yang besar dan positif dalam masyarakat kita.

Imigrasi dari Jamaika ke Inggris pascaperang menyebabkan genre musik ini berkembang. Presenter BBC Radio 6 Music Don Letts mengatakan tentang signifikansi abadi reggae.

Pendaftaran warisan budaya dunia oleh UNESCO telah dilakukan mulai 2008. Hal ini dilakukan sebagai bagian untuk menjaga warisan budaya yang bentuknya bukan fisik. Warisan ‘tak benda’ seperti instrument, artefak, objek, dan ruang budaya yang terkait ini diakui telah merepresentasi komunitas, kelompok dan dalam beberapa kasus individu. Tujuannya adalah untuk menjaga, memastikan rasa hormat, meningkatkan kesadaran dan menyediakan kerjasama dan bantuan internasional.

Reggea menambah daftar warisan tak benda yang sebelumnya telah diisi oleh seni batu kering Walling, gelendong penombak Slovenia, gulat Chidaoba Georgia, olahraga lempar Irlandia, upacara meriah dari peternak kuda Kazakh dan lainnya.

(Visited 268 times, 1 visits today)