Ngaku Suka Kopi, tapi Nggak Tau Karakteristik Biji Kopinya? Yuk, Cari Tau!

0
3

Hai POPIe! Seperti yang mungkin sudah kamu ketahui, kopi kini sudah bukan lagi sekadar jenis minuman saja, tetapi sudah menjadi budaya baru bagi masyarakat. Nah, bagaimana dengan kamu? Apakah kamu juga salah satu orang yang mengikuti budaya meminum kopi ini? Well, sama seperti budaya-budaya lainnya, pasti ada hal-hal yang bisa lebih dijelaskan dibanding hanya sekadar dinikmati. Maka dari itu, jangan ngaku kamu pecinta kopi kalau kamu belum tau karakteristik kopi itu sendiri. Apa ya, kira-kira bedanya biji kopi yang satu dengan yang lainnya, sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda-beda? Well, sebetulnya ada banyak varian biji kopi berdasarkan proses roasting, tempat menanam, dan lain-lain. Tapi, terdapat dua jenis biji kopi di dunia. Yap, Arabica dan Robusta. Penasaran bagaimana seluk beluk dua jenis biji kopi ini? Nah, yuk, cari tau!

Baca juga: Semakin Tua, Mr.P Semakin Kecil. Masa, sih?

1. Arabica

Kopi Arabica bukanlah biji kopi yang bisa ditanam di sembarang tempat. Because guess what? Jenis biji kopi ini biasa ditanam di dataran tinggi. Biji kopi ini juga lebih tidak tahan dengan penyakit-penyakit tanaman, berbeda dengan biji kopi robusta. Bentuk kopinya pun berbeda, yaitu lebih lonjong dan lebih besar dibanding robusta, maka dari itu memiliki proses atau metode pengolahan yang berbeda. Karena membutuhkan pengolahan yang lebih khusus dan beberapa hal lainnya, maka dari itulah harga biji kopi arabica cenderung lebih mahal dibanding biji kopi robusta. Dari proses yang berbeda pada akhirnya menciptakan cita rasa yang berbeda. Nah, pernah nggak sih, kamu merasa biji kopi jenis ini memiliki tingkat kemasaman yang lebih tinggi dari robusta? Hal-hal di ataslah yang menyebabkan perbedaan rasanya.

2. Robusta

Beberapa hal mengenai biji kopi yang satu ini mungkin sudah dijelaskan di pembahasan yang sebelumnya. Namun ya, dari segi bentuk, robusta memiliki bentuk yang lebih bulat dan kecil. Begitu juga dengan tempat menanam buah kopinya, robusta dapat ditanam di dataran rendah, sehingga lebih mudah untuk terjangkau. Tingkat kemasaman dari biji kopi yang satu inipun lebih standar, sehingga lebih aman untuk orang-orang yang memiliki sakit maag. Overall, rasa yang berbeda-beda dari kedua biji kopi ini kembali lagi kepada preferensi masing-masing penikmatnya.

Baca juga: Mau Bikin Gigi Lebih Putih? Cobain Kulit Pisang. Nggak Pakai Mahal

Butuh info lainnya? Langsung aja dapetin Video petunjuknya dari aplikasi POPULARNow yang bisa langsung diunduh di Google Playstore dan iOS Store.

 

(Visited 19 times, 1 visits today)