Inilah Senyawa Ilmiah di Balik Rasa Cinta yang di Ungkap Peneliti..

0
2
Inilah Senyawa Ilmiah di Balik Rasa Cinta yang di Ungkap Peneliti..

Sebagian besar manusia mengalami cinta yang berawal dari daya tarik, kemudian gairah, dan berkembang pada bentuk kasih sayang. Tapi tahukah kamu kalau ada senyawa ilmiah dalam percintaan, Hmm seperti apa ya?

 

Ketika seseorang mulai tertarik pada seseorang, maka serangkaian bahan kimia dalam otak dilepaskan. Salah satunya adalah Dopamin, merupakan bahan kimia yang menghasilkan kebahagiaan. Senyawa ini juga yang membuat orang jatuh cinta terkadang hilang nafsu makan dan gangguan tidur ketika malam hari.

Lalu ketika harus memulai mengenal dia lebih dekat, norepinefrin mengaktifkan respons stres. yang mana akan membuat jantung akan lebih berdebar, dan kulit gampang berkeringat karena faktor pertumbuhan saraf protein. Namun justru kadar serotonin menurun, karena resah menjaga agar membuat dia tetap berada di pikiran.

Hah, Ternyata Ada Rumus Matematika untuk Menemukan Pasangan Sejatimu!

Dalam cinta juga seseorang juga akan merasakan gairah, dan itu adalah hal wajar ketika sudah mencapai pubertas. Masa tersebut akan membuat tubuh mulai aktif hormon testosteron dan estrogennya.

Anak Gadis Shah Rukh Khan Mengaku Ingin Berkencan dengan Suho EXO

Hormon-hormon tersebut menekan seseorang untuk merasakan kasih sayang dan mulai membuat mengusik secara dalam untuk mencari pasangan. Gairah ini dapat disumbang oleh pelbagi faktor, seperti kepribadian dan penampilan.

Ketika melewati masa pdkt dan awal berhubungan, ikatan akan terus berjalan dan membentuk komitmen yang kuat. Komitmen ini dibuat oleh dua hormon kunci, yaitu oksitosin dan vasopressin.

Pria Wajib Tahu, Inilah Macam – Macam Orgasme Wanita

Oksitosin dilepaskan ketika kamu memeluk, mencium dan berhubungan intim dengan pasangan. Hormon ini membantu untuk membangun kepercayaan dan keintiman

(Visited 244 times, 1 visits today)