Deteksi Sedari Dini Penyakit Stroke dengan Cara yang Sangat Mudah Ini..

0
2
Deteksi Sedari Dini Penyakit Stroke dengan Cara yang Sangat Mudah Ini..

Stroke merupakan penyakit yang sangat menakutkan dan mengancam setiap orang. Oleh karenanya penting untuk mengenali gejala stroke sejak awal agar bisa ditangani secepatnya. Ini cara mudah deteksinya..

 

Selain kanker dan jantung, stroke juga merupakan penyakit hari tua yang ditakuti banyak orang. Meski begitu, masih banyak yang belum tahu tentang seberapa besar potensi stroke yang dimiliki. Padahal, mendeteksi penyakit tersebut sejak dini adalah langkah penting untuk menyiasatinya.

Nah, menindaklanjuti hal itu, para ilmuwan di Kyoto University, Jepang, berhasil menemukan teknik mudah untuk melakukan pendeteksian stroke.  Caranya? Hanya dengan berdiri menggunakan satu kaki selama 20 detik atau lebih.

Bagaimana cara untuk mendeteksinya?

Dr. Yasuharu Tabara menjelaskan, agar tubuh bisa seimbang saat berdiri dengan satu kaki, kondisi otak benar-benar harus sehat. Namun, jika terjadi kerusakan atau pendarahan pada otak, kata dia, siapa pun akan mengalami kesulitan saat melakukan gerakan ini.

Ini Lho 5 Faktor yang Menyebabkan Kalian Kelelahan!

“Penelitian kami menunjukkan, otak yang dalam kondisi prima dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Jadi, untuk mendeteksi stroke di kemudian hari, cobalah lakukan gerakan tadi. Jika Anda tak bisa atau gagal melakukannya, itu bisa jadi indikasi bahwa Anda berpotensi terkenastroke serta penurunan fungsi kognitif”, terang pemimpin studi ini.

Guna membuktikannya, peneliti pun menganalisis 841 wanita dan 546 pria dengan usia rata-rata 67 tahun. Dengan mata terbuka, para partisipan diminta untuk berdiri dengan satu kaki. Kemudian, otak mereka dipindai menggunakan magnetic resonance imaging (MRI).

Menangkan Hatinya Lewat Obrolan Manis Ini….

Setelah diteliti, hasilnya pun ditemukan! Partisipan yang mengalami kesulitan berdiri dengan satu kaki berisiko lebih besar terkena stroke. Sementara mereka yang berhasil melakukannya punya risiko lebih kecil, demikian kata Dr. Yasuharu.

 

Mau mencobanya POPle?

(Visited 277 times, 1 visits today)