Stres Kerja Bikin Pusing Tujuh Keliling? Ini Cara Ampuh Menghilangkannya..

0
2
Hah, Penelitian Ini Ungkap Kalau Kesibukan Bisa Turunkan Gairah Bercinta!

Apakah POPle merasa stres, frustrasi atau cemas di tempat kerja? bermain lah video game karena itu bisa membantu.

 

Kerja seharian terkadang membuat orang mengalami stres, terlebih lagi jika kerjanya itu dibawah tekanan. Rasa-rasanya kepala ingin pecah.  Lantas bagaimana caranya agar stres itu bisa hilang?

Salah satu cara sederhannya yaitu bermain game. Bermain game disaat senggang ternyata bermanfaat, apalagi dilakukan saat kita sedang stres di tempat kerja. Ya,  sebuah penelitian melaporkan orang yang memainkan video game menunjukkan pemulihan afektif daripada kondisi relaksasi normal.

Benarkah Pria yang Sering Main Game Jadi Tak Mudah Ejakulasi Dini?

Bermain video game bahkan mengembalikan kemampuan afektif individu dan mengembalikan mood seseorang. Di sisi lain, mereka yang beristirahat dalam diam tetap merasa stres,  sedangkan mereka yang berpartisipasi dalam aktivitas relaksasi seperti bermain game menunjukkan pengurangan tingkat stres.

Wow.. 7 Orang Ini Bisa-Bisanya Mirip Banget Sama Hero Mobile Legends!

“Orang-orang harus melakukan istirahat sejenak menyediakan waktu bagi aktivitas yang menarik dan menyenangkan, seperti bermain video game. Game yang bisa membantu mereka melepas stres, “kata Michael Rupp, Mahasiswa doktoral di University of Central Florida di AS.

Studi yang dirinci dalam jurnal Human Factors: Journal of Human Factors and Ergonomics Society,  berimplikasi pada mereka yang bekerja di bidang  keselamatan publik seperti pengendalian lalu lintas udara dan perawatan kesehatan.

Untuk penelitian tersebut, Rupp dan timnya memberikan tugas berbasis komputer yang bisa mendorong kelelahan kognitif  66 partisipan yang terlibat.

Benar Nggak Nih GuysKarena Alasan Ini Kalian Begitu Menyukai Payudara Wanita?

Mereka kemudian diberi waktu istirahat selama lima menit. Selama jeda, mereka dizinkan bermain video game atau duduk diam di ruang pengujian tanpa menggunakan telepon atau komputer.  Selama penelitian ini, para peneliti mengukur pengaruh peserta (misalnya tingkat stres, mood) dan kinerja kognitif.

(Visited 11 times, 1 visits today)