Sebenarnya Siapa Yang Wajib Bayari Tiap Kencan? (Part I)

0
0
bayari tiap kencan

Apakah memang harus selalu pria yang wajib bayari tiap kencan?

 

Suka bayari si dia tiap kali kencan? Atau si dia yang justru sering bayari pas kencan? Atau saling bayari tiap kencan?

Topik ‘Siapa yang harus bayari pas kencan – atau pas kencan pertama’ selalu jadi ranjau-ranjau seram buat pria modern sekarang ini.

Seramnya, jika kita (para kaum adam) yang bayarin – eh, nanti malah dikira ingin ehem-ehem sama si dia. Bayar sendiri-sendiri, dikira pelit dan bisa jadi tak akan ada kencan kedua. Duh!

Akhirnya, demi mendapatkan jawaban akurat salah satu situs gaya hidup pria di luar sana coba menanyakan opini dari beberapa wanita sesuai profesi mereka masing-masing tentang hal ini.

Hasilnya?

 

JURNALIS CEWEK

“Kamu yang ajak, kamu yang bayar”

Itu pendapat salah satu jurnalis cewek dari penyiar BBC, Emma Barnett. “Cewek yang menerima ajakan kencan biasanya siap untuk membayar tagihan makanan pas kencan. Tapi aku tidak, justru aku hanya bawakan si dia kado manis sebagai ucapan terima kasih karena diajak makan malam.”

 

KOMEDIAN CEWEK

“Jangan lupa bayar 20% lebih banyak …”

Menurut Tiff Stevenson, komedian Inggris, siapapun yang memutuskan tempat makan, dialah yang harus membayarnya. Asumsinya, siapa yang memutuskan makan dimana pasti tahu seberapa besar biayanya. Tapi sebenarnya pria itu memang harus bayar 20% lebih banyak dari total tagihan makan – karena biasanya pria juga lebih banyak makannya!”

bayar-2

 

Kalau malas bayari kencan, bagaimana kalau kencan sambil nonton ini aja di rumah?  

 

SI DIA YANG AKADEMIS

“Jangan coba-coba ‘beli’ kami!”

Bagi perempuan yang berpendidikan oke, dibayari ditanggap sebagai usaha laki-laki untuk menguasai mereka. Jadi mereka (perempuan) yang pintar dan punya pandangan oke, merasa jangan sampai deh mereka dibayari kaum adam! Wah …

bayar-3

 

SI DIA YANG ATLET

“Tergantung gestur sang pria”

Beda lagi nih dengan perempuan yang suka olahraga alias atlet. Perempuan sporty biasanya tetap akan bersikap ‘menawarkan diri untuk membayarnya’, meski ujung-ujungnya tetap laki-laki yang bayar. Oh begitu …

 

Bagaimana pendapat Anda?

 

 

bersambung

 

(Visited 1,905 times, 1 visits today)