Awas, Ini Ciri-Ciri Kanker Mulut Karena Seks Oral!

0
8

Berhati-hatilah Anda yang doyan lakukan seks oral, sebab bisa picu kanker mulut!

 

Tak bisa dipungkiri, saling berikan seks oral pas bercinta mampu tingkatkan gairah. Ketika melakukannya, kenikmatan luar biasa pun bakal didapat.

Terkait aktivitas tersebut, periset mengungkapkan, seks oral pada dasarnya sah-sah saja untuk diterapkan, selama Anda dan pasangan tak punya penyakit kelamin. Meski begitu, ada fakta menyeramkan di balik seks oral yang perlu Anda tahu.

Apa itu? Kebiasaan tersebut dipercaya bisa tingkatkan risiko terserang kanker mulut. Waduh!

 

Seks oral picu kanker mulut
Seks oral picu kanker mulut

 

Ilmuwan bilang, penyebab kanker mulut yang dikenal banyak orang selama ini adalah karena merokok dan kebiasaan tenggak alkohol. Namun, setelah diuji, rupanya seks oral juga bisa jadi pemicunya!

Dilansir NHS, 25 persen kanker mulut dan 35 persen kanker tenggorokan terkait dengan HPV (Human Papilloma Virus). Tapi, angka pastinya tak sama di setiap studi. Kata periset, hal itu mungkin karena terdapat perbedaan dalam cara pengujian virusnya.

“Faktor risiko terkait dengan kebiasaan seksual seseorang. Maksudnya di sini adalah apakah lakukan seks oral dengan beberapa orang yang berbeda atau tidak. Dan pada laki-laki, risiko bakal lebih besar apabila ia melakukannya di usia dini (di bawah 18 tahun),” ujar peneliti.

Penting untuk tahu gejala kanker mulut sejak dini
Penting untuk tahu gejala kanker mulut sejak dini

 

Nah, bagi Anda yang merasa sering lakukan seks oral, apakah itu dengan pasangan sendiri atau dengan beda-beda orang, penting untuk tahu gejala-gejala dari kanker mulut. Berikut sederet tandanya.

Pertama, terdapat bercak merah atau kombinasi merah dan putih di selaput mulut atau lidah. Kedua, ada satu atau lebih sariawan yang tak kunjung sembuh setelah tiga minggu. Ketiga, pembengkakan di area mulut yang berlangsung selama lebih dari tiga minggu. Keempat, merasa sakit pas menelan.

Terakhir, perasaan ada sesuatu yang tersangkut di dalam tenggorokan.

Anda Benci Berikan Seks Oral?

 

Para ahli menyarankan agar segera kunjungi dokter apabila khawatir atau merasa memiliki gejala-gejala di atas. Menurut mereka, jika kanker didiagnosis dini, akan lebih mudah untuk diobati.

Sayangnya, sekitar setengah dari penderita kanker mulut baru terdiagnosa ketika penyakit sudah menyebar ke dalam leher.

Pertanyaan selanjutnya, haruskah aktivitas oral dilenyapkan? Periset bilang, tidak juga! Anda tetap bisa melakukannya dengan memanfaatkan alat pengaman, kondom. Dengan begitu, risiko kanker mulut dan terinfeksi penyakit menular seksual bisa ditekan.

Hati-hati deh!

(Visited 11,313 times, 1 visits today)