Sebab Segala Hal ‘Ku Jalani Hari Ini Sudah Jadi Kebiasaan Denganmu

0
1

Curhatan itu memang penting. Apalagi curhatan romantis dari seorang model cantik nan seksi. Persis seperti curhatan berikut ini …

 

“Hi, POPle, gimana nih puasa di hari ke-18 ini? Masih lancar, kah? Masih kuat, kah? Harus dong, yah! Nah, hari ini aku share lanjutan dari kisah sebelumnya, yah! Langsung aja check this out…”

 

Sebab, segala hal yang aku jalani hari ini sudah jadi kebiasaan denganmu. Aku bukan tak terbiasa hidup tanpamu, hanya saja jika tanpamu semuanya akan jadi aneh dan sedikit hampa. Dekaplah aku dan mendekatlah dalam semua hal yang aku rindu. Kamu tahu? Aku terlalu dalam menginginkanmu. Aku ingin kamu berlama-lama mendampingiku.

Baiklah, sudah cukup aku ceritakan bagaimana perasaanku padamu. Sekarang akan aku ceritakan bagaimana kisah sesungguhnya yang terjadi.

“Halo, ca. Lo dimana? Gue gabut nih, ntar malem mau kemana?”

“Kakak, Ica mau nemenin pacar Ica manggung. Kakak mau ikut, nggak?”

“Ayuk ah, daripada gue galauin cowok nggak jelas dari hidup gue.”

Begitu menutup telepon aku langsung bergegas untuk berjalan menemui teman yang aku telepon tadi.

Sesampai di tempat tujuan.

“Kakak, sini aku kenalin temennya pacar aku. Dia jomblo. Hahaha!”

“Kak Rey, kenalin ini temannya Ica. Namanya Zaki.”

“Zaki? Nama lo kayak cowok. Hahaha!”

Begitulah kata pertama yang kamu ucapkan saat kita pertama kali bertemu.

Acarapun telah usai. Para pemain band dan para DJ membereskan peralatan mereka masing-masing.

“Lo balik sama siapa?” tanya Rey.

“Paling balik sama Ica,” jawabku.

“Oh, kalo gitu bareng gue berarti, soalnya Ica dan pacarnya nggak bawa mobil,” jawab Rey.

Begitu Manis Hari-hari Yang Kita Lewati. Aku Tidak Ingin Melewati Semenit-pun Hal-hal Yang kita Lakukan Disaat Bersama 

Sesampai di mobil.

“Kakak, Za di depan yah duduk di sebelahnya Kak Rey, biar Kak Rey nggak ngantuk pas nyetirnya. Sekalian biar kalian bisa pedekate. Hahaha!”

Ica memang masih bocah banget perlakuannya yang juga kadang minus!

Jika ingat malam itu, kenapa harus kamu orang yang berkenalan denganku, pertemuan yang biasa saja namun sekarang jadi luar biasa dalam hidupku. Terima kasih telah hadir dalam kehidupanku dan membawakan hal yang tak pernah aku rasakan sebelumnya, yaitu “Cinta”.

*****

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Sudah hampir 5 bulan berjalan. Dan kita sudah memiliki banyak cerita selama itu. Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, dalam 5 bulan ini adalah waktu kita. Aku bahagia. Dan rasa kenyamanan ini berada di posisi yang paling nyaman. Sepertinya aku tak perlu lagi menanyakan tentang status kita.

Rindu Menjadi Salah Satu Alasan Dua Nadi Yang Memiliki Rasa Untuk Bertemu 

Spend time weekend dengan seseorang dalam hidup kita pasti memiliki berarti untuk keduanya. Dan hari ini adalah hari dimana kita bertemu. Seperti biasa di Kamis malam.

Kring! Kring! Kring! “Halo, za. Aku udah di depan, yah,” demikian suara pria yang berusia 30 tahunan itu terdengar jelas di telingaku.

“Oh iya, bae, aku turun, yah.” Aku tutup langsung telepon genggamku dan langsung bergegas jalan menurunin anak tangga dari kos aku.

“Sayang, maaf yah aku tadi basket dulu trus beresin studio musik” Suara sedikit cempreng itu berasal dari seorang cowok yang waktu itu dikenalkan temanku pas saat dia manggung dengan aksi DJ-nya. Ya, kita sudah lima bulan ini menjalani kehidupan weekend bareng.

*****

“Sayang, kamu terganggu nggak weekend barengan kamu? Aku takut nantinya pergerakan kamu terbatas.” Jujur sih aku takut nantinya jika dengan kehadiranku dalam hidupnya jadi kendala Rey untuk beraktifitas dengan yang lainnya.

“Enggak dong, sayang, aku merasa orang yang paling beruntung di dunia ini, karena bisa punya kamu, nemenin hari-hari aku disaat seneng ataupun susah. Dalam beberapa bulan ini kita jalanin kehidupan bareng-bareng, aku boleh minta sesuatu nggak dari kamu?”

“Apa?” jawabku sambil lalu dengan nada manja.

“Janji nggak akan pernah ninggalin aku? Janji temenin aku sampai kita tua nanti?”

“Sayang bukan sampai tua tapi sampai kamu nggak ada lagi di dunia ini,” jawabku sambil terharu akan permintaan yang paling romantik dalam hidup aku.

*****

Nah, gimana nih lanjutan kisahnya? Apa yang perlu aku perbaiki? Kasih aku kritik dan saran yah! Jangan lupa kasih like-nya, yah!

(Visited 234 times, 1 visits today)