Ingin Merasakan Klimaks Tak Henti? Vagina Stick Klaim Bisa Mewujudkannya

0
0

Beberapa produk seks memang menjanjikan hal baik untuk area intim. Tapi, Vagina Stick dari Jepang ini bisa memberikan lebih. Tidak hanya bikin ketagihan tapi juga bisa mengencangkan area intim hanya dalam waktu setengah jam.

Benda ini mengandung herbal kuno seperti manjakani dan bubuk mutiara yang telah digunakan oleh perempuan di Asia, Arab dan Persia selama beberapa generasi. Menurut situs vaginal-tightening, benda ini di klaim mendapat predikat penjualan nomor satu terbaik dari jenis tongkat yang lain.

Bagaimana cara kerjanya?

Alat ini diklaim bisa mencegah infeksi, menghilangkan keputihan dan melembabkan area bawah wanita, serta khasiatnya dalam meningkatkan kehidupan seks. Si pembuat memperingatkan, tongkat ini tidak boleh berada dalam vagina lebih dari dua menit. Pemakaian rutin 3 sampai 4 hari merupakan cara yang baik untk hasil yang permanen.

 

Nikmati Jumat malam dengan posisi bercinta ekstra orgasme. Ini sanggup bikin si sia kesenangan!

 

Juru bicara perusahaan mengatakan, “Ini (Vagina Stick) benar-benar aman”. Dia menambahkan, “Satu-satunya masalah yang kita punya adalah reaksi alergi terhadap bahan-bahan alami, tapi itu jarang terjadi, sehingga harusnya bisa dikembangkan lebih baik.”

“Bahan-bahan alami pada stick telah digunakan selama berabad-abad di Indonesia dan Asia. Umumnya dipakai untuk mengencangkan vagina setelah melahirkan. Zat yang ada membantu mengencangkan kulit dan pada saat yang sama untuk membersihkan vagina,” jelas juru bicara perusahaan.

 

Jika Vagina Stick sudah sanggup bikin Miss V oke, saatnya lakukan 5 hal wajib ini sebelum bercinta. Sikat!

 

Kontra dari beberapa ahli

Tapi tren Vagina Stick ini masih mengkhawatirkan. Para ahli berfikir jika detoksifikasi pada area intim wanita tersebut malah bisa merusak kesehatan. Dilansir dari Dailystar, Dr. Vanessa Mackay, juru bicara Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists (RCOG) mengatakan, “Vagina dirancang untuk membersihkan dirinya sendiri dengan sekresi alami dan tidak harus memerlukan detoksifikasi. Di dalamnya sudah terdapat bakteri baik untuk melindunginya. Jika bakteri ini terganggu dapat menyebabkan infeksi, seperti vaginosis bakteri atau sariawan dan peradangan,” jelas Vanessa.

Produk perfume, sabun, gel, antiseptik, dan douche vagina semua dapat mempengaruhi tingkat pH dan keseimbangan yang sehat dari bakteri dalam vagina, sehingga menyebabkan iritasi. “Siapa pun yang khawatir dengan vagina tak sedap, iritasi atau gatal-gatal, harus mencari saran dari dokter atau apoteker, karena itu mungkin gejala infeksi yang memerlukan perawatan.

Hmmm, bagaimana menurut Anda?

(Visited 1,346 times, 1 visits today)