5 Fungsi Stimulus Untuk Kesehatan Seksual Anda

0
0
obat kuat

Kasus doping kerap hinggap di perjalanan karir para atlet kaliber dunia, seperti Lance Armstrong, Ben Johnson, dan Flo Jo. Apa yang membuat mereka membutuhkan doping? Lantas, sejauh mana efek samping doping pada kehidupan seksual?

Mungkin Anda sudah sering dengar perihal doping. Memang, doping sudah lama digunakan. Namun tidak bisa dipungkiri, jika doping lebih dekat kaitannya dengan arena olahraga.

Karena memang penggunaannya lebih banyak dijadikan sebagai alat untuk “memaksa” peningkatan prestasi olahraga. Maka, badan IOC (International Olympic Committee) pada tahun 1990 kembali mendefinisikan bahwa doping sebagai upaya meningkatkan prestasi dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga dan tidak terkait dengan indikasi medis.

Doping memang terbukti membantu prestasi para atlet, namun ada efek negatif dari pemakaian doping sehingga penggunaannya dilarang. Sekarang istilah ini semakin melebar, persepsi banyak orang mengartikan istilah doping ini adalah sebagai bahan, obat atau makanan untuk meningkatkan kembali performa kinerja tubuh yang mulai meredup, mulai dari aktivitas harian, prestasi olah raga, hingga potensi seksual.

Fakta-Fakta Seru Tentang Mr.P Tanpa Disadari Para Wanita (Part 1)

Sebelumnya, ada baiknya jika kita mengenal lebih dulu jenis-jenis doping, yang didasarkan pada fungsinya :

Doping untuk meningkatkan kinerja otak, disebut sebagai stimulan.

Pada jenis doping ini, jantung dan seluruh organ fisik dipacu untuk bekerja di luar batas kemampuan. Stimulan yang sering digunakan adalah amfetamin dan kokain. Keduanya jelas illegal dan masuk kegolongan yang masyarakat umum menyebutnya dengan narkoba. Kafein yang terdapat dalam kopi juga termasuk stimulan ringan, karenanya sering digunakan untuk begadang dan menahan kantuk.

Doping yang berfungsi meningkatkan kekuatan otot dan tulang.

Anabolic steroid dan beta blocker termasuk dalam kategori ini. Anabolic steroid adalah versi sintetis dari hormon testosteron. Contoh yang belakangan sering disalahgunakan adalah drostanolone, metenolon. Termasuk juga steroid endogen seperti androstenediol, DHEA dan testosteron. Golongan ini hanya boleh diresepkan untuk penggunaan medis saja. Tapi pada kenyataannya, jenis ini yang paling laku dan banyak disalahgunakan di pusat-pusat kebugaran.

Selain Nikmat, Minum Teh Hangat Campur Madu Banyak Manfaatnya!

 Doping jenis lain yang berfungsi meningkatkan daya ikat terhadap oksigen.

Contohnya adalah Erythropoietin. Doping ini digunakan untuk meningkatkan produksi sel darah merah yang bisa meningkatkan kemampuan darah untuk membawa oksigen. Doping yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit juga masuk kategori ini. Contohnya adalah narkotika seperti morfin dan heroin. Obat ini dilarang digunakan dalam kompetisi olahraga, kecuali sebagian untuk terapi khusus mengatasi nyeri.

Doping yang berfungsi menghilangkan stres akibat kelelahan dan tekanan mental.

Contohnya adalah Metadon dan magadon. Di samping itu, ada juga jenis narkotik lain dari golongan cannabinoid. Cannabinoid adalah bahan kimia psikoaktif berasal dari tanaman ganja yang menyebabkan perasaan relaksasi, seperti hashis, minyak hashis, marijuana.

Doping yang berfungsi untuk menutupi dampak dari doping yang dikonsumsi sebelumnya.

Doping golongan ini disebut juga sebagai masking agents. Ini adalah produk yang berpotensi dapat menyembunyikan keberadaan zat terlarang dalam urin atau sampel lainnya. Misalnya Epitestosterone, dekstran, diuretik, dan probenesid. Biasanya digunakan untuk menyembunyikan penggunaan zat terlarang dalam proses pengujian.

(Visited 265 times, 1 visits today)