Inilah 5 Mitos Tentang Rokok yang Perlu Diketahui!

0
2
rokok

Merokok merupakan masalah klasik yang sudah lama menghiasi kehidupan manusia. Inilah 5 Mitos Tentang Rokok yang Perlu Diketahui!

Merokok merupakan masalah klasik yang sudah lama menghiasi kehidupan manusia. Meski rata-rata perokok sudah mengetahui bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit jantung, impotensi, kanker dan lain-lain – seperti yang tertulis pada setiap akhir iklan rokok (walaupun hanya sesaat), namun kenyataannya orang masih saja merokok.

Ironisnya, akibat yang ditimbulkan bukan hanya bagi mereka yang menghisapnya, perokok pasif juga harus menanggung beban ini. Ada banyak alasan yang digunakan perokok ketika disarankan untuk berhenti. Dan alasan-alasan tersebut kini menjadi mitos yang harus dipatahkan!

Nah, berikut adalah mitos-mitos seputar rokok:

1. Merokok Terlihat Lebih Macho

Tepatnya, pabrik rokok mengharapkan Anda berpikir seperti itu. Mungkin awalnya memang iya, tapi tunggu saja. Merokok dapat menimbulkan kulit keriput dan gigi kuning. Merokok juga berkontribusi pada osteoporosis atau pengeroposan tulang. Kalau sudah begitu, tubuh tidak lagi tegap. Dan yang lebih penting, merokok dapat menyebabkan impotensi. Apa itu yang namanya macho?

Ini 5 Langkah Mudah Untuk Kalian yang Ingin Berhenti Merokok!

2. Berhenti Merokok Akibatkan Kegemukan

Bertambanya berat badan banyak dialami orang yang mencoba berhenti merokok. Hal ini terjadi karena kebiasaan menghisap rokok kini berganti dengan makan. Namun dengan merencanakan diet gizi yang sehat dan meningkatkan aktivitas akan membantu kita memecahkan masalah ini. Bahkan, dengan olahraga, tidak hanya masalah berat badan saja yang dapat diatasi, namun stamina dan kapasitas paru yang hilang ketika merokok juga dapat dikembalikan.

3. Merokok Tidak Melukai Orang Lain

Salah! Bila merokok di sekitar orang lain, Anda telah menyakiti mereka terutama yang memiliki asma, penyakit jantung, alergi atau anak-anak. Perokok pasif juga mempunyai resiko yang meningkat seperti pada perokok aktif.

4. Merokok Bisa Perbaiki Mood

Beberapa orang percaya merokok dapat menambah semangat, namun itu dapat menurunkan mood-mu. Jika Anda sedang down atau depresi, merokok dapat menempatkan Anda pada resiko yang lebih tinggi untuk depresi, hiperaktivitas, dan attention deficit disorder. Seperti pada penelitian disebutkan, remaja yang merokok memiliki resiko 4 kali yang lebih besar untuk mengalami depresi dari remaja yang tidak merokok.

7 Fakta Merokok Ini Jelas Banget Bakal Bikin Otak Error!

5. Selagi Muda, Berhenti Merokok Nanti Saja

Hampir semua perokok aktif mulai merokok ketika masih muda. Dan kebanyakan dari mereka berharap dapat berhenti beberapa tahun kemudian. Namun kebanyakan masih merokok setelah lima tahun ke depan.

Masih ingin merokok?

(Visited 94 times, 1 visits today)